KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang memprediksi empat wilayah pesisir di daerah tersebut berpotensi mengalami banjir rob pada tanggal 7 hingga 8 November 2025. Fenomena itu dipicu oleh fase bulan purnama yang menyebabkan peningkatan tinggi pasang air laut di sejumlah titik pesisir.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, wilayah yang kemungkinan terdampak meliputi pesisir Kecamatan Camplong, Sampang, Sreseh, serta jalur pantura.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan. Jumat dan Sabtu besok diperkirakan akan terjadi banjir rob,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Hozin juga menekankan pentingnya langkah antisipasi di tingkat rumah tangga. Dia mengingatkan agar warga mengamankan barang-barang berharga, terutama elektronik dan dokumen penting, untuk menghindari kerugian jika air laut meluap ke permukiman.
“Bencana bisa datang kapan saja. Kami harap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mematuhi setiap imbauan pemerintah,” pesannya.
Selain banjir rob, BPBD juga mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti hujan lebat dan angin kencang yang dapat memperburuk kondisi di wilayah pesisir.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Sampang, Qodri, mengaku tidak terlalu kaget dengan potensi banjir rob tersebut. Menurutnya, masyarakat Sampang, khususnya di wilayah kota, sudah terbiasa menghadapi banjir setiap tahun.
“Setiap tahun banjir selalu ada dan bukan barang baru di Sampang,” tuturnya.
Bagi warga seperti Qodri, banjir di Sampang sudah dianggap sebagai rutinitas tahunan yang seolah belum mendapat penanganan tuntas. Meski demikian, mereka tetap berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
“Kami berharap adanya pencegahan dari pemerintah. Kami tidak butuh sikap sok pahlawan ketika banjir melanda,” tukasnya. (yan/zul)





