KABAR MADURA | Refleksi 17 tahun perjalanan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) tidak sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan momentum mempertegas arah baru komunitas jurnalis tersebut. Mengusung kegiatan bedah buku dan temu jurnalis se-Madura, acara digelar di Hall Laboratorium Universitas Madura (Unira), Rabu (12/11/2026).
Buku yang dibedah berjudul “Menyoal Akuntabilitas DPRD”, karya Kadarisman Sastrodirjo, mantan wakil bupati Pamekasan.
Ketua AJP M. Khairul Umam menegaskan, perjalanan 17 tahun AJP bukan sekadar tentang karya jurnalistik, tetapi juga tentang kebermanfaatan sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Utamanya, konsistensi dalam berkarya agar mampu memberi dampak nyata.
“Kami tidak ingin AJP hanya dikenal karena produk jurnalistiknya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap sesama,” ujar pria yang karib disapa Irul itu.
Kepedulian itu, lanjut dia, diwujudkan melalui gagasan pendirian rumah singgah bagi masyarakat kurang mampu yang berobat ke Surabaya, setelah melihat banyak pasien terpaksa tidur di pom bensin karena keterbatasan biaya.
Tidak berhenti di ranah sosial, AJP juga memperluas kiprahnya di bidang literasi. Mereka tengah menyiapkan peluncuran buku “Pamekasan Mencari Identitas” yang akan dirilis 9 Desember 2025 bersamaan dengan AJP Award. Buku itu merupakan kumpulan tulisan reflektif pengurus dan anggota AJP tentang perjalanan dan harapan bagi masa depan Pamekasan.
“Ini menjadi wajah baru AJP. Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis bukan hanya penulis berita, tapi juga penulis sejarah, pemantik gagasan, dan penggerak perubahan,” tegasnya.
Rektor Unira Dr. Gazali mengapresiasi langkah AJP yang menghadirkan ruang dialog intelektual di kampusnya.
“Di usia 17 tahun, AJP diharapkan semakin matang dan memiliki arah yang jelas dalam memperkuat sinergi antara media, akademisi, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menilai AJP telah menunjukkan kontribusi nyata bagi daerah, baik melalui karya jurnalistik maupun aksi sosial.
“Usia 17 tahun adalah usia puber, usia menuju kematangan. Semoga AJP terus berperan aktif dalam membangun Pamekasan,” tuturnya.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga semangat demokrasi dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Peran media adalah sebagai cermin masyarakat. Pemkab Pamekasan akan terus membuka ruang kritik yang konstruktif dan profesional,” pungkasnya. (rul/ong)





