KABAR MADURA | Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sumenep Menuju Porprov 2027” yang digelar DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep di Pendopo Agung Keraton, Rabu (19/11/2025), menjadi panggung penting untuk menunjukkan keseriusan Sumenep dalam menatap ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Salah satu sorotan utama datang dari Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, yang hadir dan menyampaikan arahan tegas mengenai pembinaan atlet lokal.
Dalam sambutannya, Kiai Imam memberikan penegasan keras terkait upaya melindungi talenta olahraga asli daerah. Ia meminta Disbudporapar dan KONI Sumenep memastikan program pembinaan berjalan optimal agar atlet berbakat tidak direkrut atau “di-bon” oleh daerah lain.
“Saya harap disbudporapar memastikan atlet berbakat tidak dikontrak daerah lain. Harus ada MoU yang jelas untuk menjaga potensi dan masa depan atlet Sumenep,” tegas Imam Hasyim di hadapan peserta FGD.
Kiai Imam juga meminta agar setiap event olahraga di tingkat lokal, baik turnamen, seleksi, maupun kompetisi daerah, tidak lagi mengandalkan pemain bon dari luar, kecuali pada momentum tertentu yang bersifat profesional. Menurutnya, even lokal harus menjadi laboratorium kompetisi bagi generasi muda Sumenep.
“Event lokal jangan diisi pemain bon. Turnamen daerah ini harus melahirkan pemain Sumenep, bukan justru menutupi bakat lokal,” imbuhnya.
Selain itu, Kiai Imam menegaskan pentingnya penguatan pembinaan berbasis data. Dia menilai selama ini banyak potensi atlet yang kurang terekam dengan baik sehingga sulit ditangani secara tepat sasaran.
“Kami harus bekerja dengan data yang jelas. Pembinaan atlet harus berbasis potensi lokal. Tanpa data, bakat tidak bisa tumbuh dan bersaing,” ujarnya. (ara/waw)





