Menu MBG Diduga Basi di Pragaan, Protes Guru Picu Desakan Evaluasi Total

Pendidikan133 views

KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pragaan, Sumenep, kembali menjadi sorotan tajam. Setelah beberapa kali dikeluhkan warga dan muncul dalam unggahan viral sebelumnya, kini program tersebut kembali disorot akibat dugaan menu basi yang diterima siswa di salah satu sekolah.

Menu MBG yang dibagikan Selasa (19/11/2025) berisi nasi putih, sayur kol dan mie, ayam suwir, buah jeruk, serta susu kotak. Namun perhatian publik tertuju pada olahan mie yang tampak tidak segar dan diduga telah basi.

Dugaan itu pertama kali mencuat setelah seorang guru, Abd Rahman, mengunggah protes terbuka melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan itu, Dia menandai sejumlah guru lain dan menulis kritik pedas.

“Menu MBG mulai tidak diperhatikan, bheruii (basi, red),” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi warganet dan para wali murid. Banyak yang menyuarakan kekhawatiran bahwa dugaan makanan basi ini bukan kejadian pertama dalam program MBG di Pragaan.

Salah satu komentar wali murid menyebutkan bahwa anaknya juga menerima menu yang tidak layak konsumsi.

“Punya Aisyah kelas 1 MI teppa’kase berui pak (Punya Aisyah kelas satu MI dapat MBG yang basi pak, red).”

Seruan agar kasus ini segera dilaporkan dan ditindaklanjuti pun berdatangan. Warganet lain mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan distribusi makanan MBG agar tidak merugikan siswa.

Program MBG di Pragaan memang beberapa kali menuai kritik. Sejumlah unggahan sebelumnya juga menyoroti kualitas menu yang dianggap tidak memenuhi standar, mulai dari porsi minim, menu tidak variatif, hingga dugaan makanan tidak segar.

Kali ini, dugaan makanan basi kembali mempertegas bahwa persoalan kualitas dan pengawasan MBG di wilayah tersebut belum terselesaikan.

Baca Juga:  Sumenep Bahas Tiga Raperda Strategis 2026, DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Kebijakan

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Satuan Pelaksana Program Pemberian Gizi (SPPG) Sumenep, Mohammad Kholilur Rahman, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan menu basi dan protes guru tersebut. Pihak SPPG Pragaan juga tidak merespons permintaan klarifikasi yang diajukan sejumlah awak media.

Kondisi ini memunculkan desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep turun tangan langsung mengevaluasi pelaksanaan MBG di Pragaan yang dinilai “asal-asalan”.

Banyak orang tua menilai program MBG seharusnya menjadi upaya memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang aman, bukan justru memunculkan kekhawatiran tentang keselamatan konsumsi.

“Menu MBG di Pragaan ini terus saja bermasalah. Tolong pemerintah turun tangan, jangan tunggu ada anak sakit dulu,” tulis salah satu warga di kolom komentar. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *