KABAR MADURA | Dalam momentum Hari Guru Nasional (HGN) ke-80, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Kabupaten Sumenep yang selama ini menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Achmad Fauzi menegaskan bahwa peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun, termasuk di era digital yang semakin cepat berubah.
Menurutnya, teknologi boleh berkembang, metode boleh berubah, tetapi sentuhan seorang guru, ketulusan, dedikasi, dan keikhlasan mereka, tidak bisa digantikan oleh mesin apa pun.
“Guru tetap menjadi cahaya yang menuntun perjalanan generasi kita,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan Sumenep di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini. Karena itu, ia menempatkan guru sebagai aktor kunci dalam mencetak generasi emas yang berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Achmad Fauzi atas keteguhan para guru menjalankan tugas mulia, meski tidak jarang harus menghadapi tantangan berat di lapangan.
“Para guru di Sumenep telah menunjukkan bahwa mengajar bukan sekadar profesi, tetapi panggilan pengabdian. Tanpa guru, tidak ada dokter, insinyur, pemimpin, atau profesi hebat lainnya. Fondasi segala keberhasilan dibangun di ruang kelas oleh tangan-tangan guru,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Achmad Fauzi mengajak semua pihak untuk terus memberi dukungan kepada guru agar dapat bekerja secara profesional, berinovasi, dan menjaga integritas.
“Selamat Hari Guru Nasional. Teruslah menjadi suluh pendidikan bagi Sumenep. Peran panjenengan semua adalah karunia yang tak tergantikan. Terima kasih, Guru,” tutupnya. (ara/waw)





