KABAR MADURA | Enam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan terpaksa berhenti beroperasi sejak Senin (16/11/2025) lalu. Informasi itu disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dapur MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Triarif.
Dalam rapat terakhir bersama Satgas, dijelaskan bahwa total dapur MBG yang sudah terbentuk di Pamekasan berjumlah 88 dapur. Dari jumlah tersebut, 71 dapur telah beroperasi, sementara 17 lainnya masih dalam tahap persiapan. Namun, enam di antaranya harus menghentikan kegiatannya karena anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan.
“Yang beroperasional ada 71. Tetapi enam SPPG berhenti karena anggaran dari BGN belum cair,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Hariyanto menjelaskan, setiap dapur harus mengajukan kebutuhan biaya kepada BGN. Setelah proposal disetujui, pencairan dana dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Dia menambahkan bahwa detail teknis di tingkat BGN tidak berada dalam kewenangan pihak daerah.
Akibat penghentian operasi enam dapur tersebut, kini hanya 66 dapur yang tetap berjalan. Kondisi ini berdampak langsung pada sekolah-sekolah penerima manfaat program MBG.
“Jumlah siswa yang terdampak mencapai 16.967 orang, dari total 215 sekolah,” ungkapnya. (rul/ong)
Daftar SPPG Pamekasan yang Berhenti Beroperasi
SPPG Pademawu – Buddagan
• Jumlah siswa: 2.298
• Jumlah sekolah: 10
SPPG Pasean – Sotabar
• Jumlah siswa: 3.390
• Jumlah sekolah: 47
SPPG Waru – Waru Barat
• Penerima manfaat: 3.477
• Jumlah sekolah: 44
SPPG Dempo Barat 01
• Penerima manfaat: 3.277
• Jumlah sekolah: 69
SPPG Jungcangcang
• Penerima manfaat: 2.226
• Jumlah sekolah: 15
SPPG Larangan Badung
• Penerima manfaat: 2.299
• Jumlah sekolah: 30





