KABAR MADURA | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali mencatatkan capaian akademik dengan bertambahnya dua guru besar yang baru dikukuhkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Senin (15/12/2025).
Tambahan dua guru besar UIN Madura itu adalah Prof. Dr. KH Achmad Muhlis yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan Islam dan Prof. Dr. H Mohamad Ali Al-Humaidy, ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Politik Islam. Bertambahnya dua profesor ini menjadikan UIN Madura memiliki 17 guru besar.
Rektor UIN Madura Syaiful Hadi mengatakan, penambahan guru besar ini menjadi modal penting bagi penguatan akademik di lingkungan kampus, utamanya untuk program studi (prodi). Menurutnya, keberadaan profesor dinilai menjadi indikator mutu kelembagaan yang selama ini menjadi perhatian utama lembaga akreditas.
“Bertambahnya guru besar menjadi modal akademik bagi prodi yang selalu ditagih lembaga akreditasi sebagai wujud mutu lembaga,” jelasnya, Selasa (16/12/2025).
Selain berdampak pada mutu kelembagaan, Syaiful menyebut, keberadaan guru besar juga akan memperkuat reputasi kampus. Pasalnya, terdapat tuntutan publikasi ilmiah dengan kapasitas internasional, termasuk pada jurnal terindeks Scopus sebagai salah salah satu syarat menjadi profesor.
Syaiful berharap, capaian guru besar di UIN Madura itu tidak hanya meningkatkan reputasi akademik, namun juga bisa berkontribusi nyata terhadap terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik, salah satunya melalui riset dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat.
“Tahun 2026 target guru besar 25. Sehingga butuh 13 calon guru besar dan peningkatan jabatan lektor menjadi lektor kepala,” tukasnya. (nur/zul)





