Jejak Spiritual di Balik Sarabhiyân dan Polotanan; Tradisi Kuliner Madura Menyambut Malam-Malam Ganjil

Di banyak desa di Madura, menjelang malam ganjil Ramadhan—seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29—(salekoran, saqemi’an), dapur-dapur rumah mulai hidup lebih lama dari biasanya. Perempuan-perempuan menyiapkan adonan sarabhi dari tepung beras dan santan, sementara ketan dimasak menjadi berbagai olahan yang dikenal sebagai polotanan. Makanan ini kemudian dibagikan kepada tetangga, kerabat, atau dibawa ke surau dan musholah setelah salat tarawih. Aktivitas sederhana ini membangun suasana kebersamaan sekaligus menjadi simbol harapan agar masyarakat mendapat keberkahan malam Lailatul Qadar.

Pekerjaan Rumah UIN Madura

Universitas Islam Negeri (UIN) sudah di depan mata. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya dosen bergelar doktor menjadi professor. Meskipun gelar tersebut mengundang polemik yang kuat khususnya di kalangan akademisi dan peneliti tetapi secara administrative fenomena ini semakin kelihatan konstribusi IAIN sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Madura.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.