Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam KH Achmad Mulis mengungkapkan, dalam tradisi pesantren Madura, barokah bukan sekadar istilah religius yang dilafalkan dalam doa, melainkan sebuah horizon makna yang mengikat cara berpikir, bertindak, dan merasakan kehidupan.
Guru Besar
Jejak Spiritual di Balik Sarabhiyân dan Polotanan; Tradisi Kuliner Madura Menyambut Malam-Malam Ganjil
Di banyak desa di Madura, menjelang malam ganjil Ramadhan—seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29—(salekoran, saqemi’an), dapur-dapur rumah mulai hidup lebih lama dari biasanya. Perempuan-perempuan menyiapkan adonan sarabhi dari tepung beras dan santan, sementara ketan dimasak menjadi berbagai olahan yang dikenal sebagai polotanan. Makanan ini kemudian dibagikan kepada tetangga, kerabat, atau dibawa ke surau dan musholah setelah salat tarawih. Aktivitas sederhana ini membangun suasana kebersamaan sekaligus menjadi simbol harapan agar masyarakat mendapat keberkahan malam Lailatul Qadar.
UIN Madura Miliki 17 Guru Besar, Rektor: Penambahan Profesor Jadi Peningkatan Mutu Strategis Akademik
UIN Madura menambah dua guru besar baru yang dikukuhkan Kemenag RI. Bertambahnya profesor ini memperkuat mutu akademik dan reputasi kampus, sekaligus mendukung target 25 guru besar pada 2026.
Kukuhkan 116 Profesor Ilmu Agama, Menag: Guru Besar Harus Jadi Mursyid!
Dari 116 profesor, dua di antaranya merupakan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, yaitu Ketua Senat UIN Madura Prof. Dr. Achmad Muhlis dan Wakil Rektor III Prof. Dr. Mohammad Ali AlHumaidy.
Pekerjaan Rumah UIN Madura
Universitas Islam Negeri (UIN) sudah di depan mata. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya dosen bergelar doktor menjadi professor. Meskipun gelar tersebut mengundang polemik yang kuat khususnya di kalangan akademisi dan peneliti tetapi secara administrative fenomena ini semakin kelihatan konstribusi IAIN sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Madura.
IAIN Madura Tambah Guru Besar, Demi Kepentingan Pengembangan Pendidikan Madura
Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN Madura) semakin diperkuat dengan beberapa upaya. Salah satunya, menambah gelar empat guru besar yang dikukuhkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani di Auditorium IAIN Madura Pamekasan, Sabtu (5/8/2023).
Kemenag Kukuhkan Dua Guru Besar Baru IAIN Madura
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan dua guru besar. Keduanya dalam bidang spesifikasi keilmuan yang berbeda. Sidang digelar di Auditorium IAIN Madura, Sabtu (21/1/2023).
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











