KABAR MADURA | Kondisi rumah warga Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Rudiyanto, sangat memprihatinkan. Atap rumahnya tampak berlubang di sejumlah bagian dan berpotensi bocor saat hujan turun.
Dinding rumah itu sebagian besar terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh, dipadukan dengan bata tanpa plester. Sementara lantainya masih berupa tanah. Rumah yang tergolong tidak layak huni itu telah ditempati Rudiyanto bersama keluarganya selama bertahun-tahun.
Ironisnya, meski hidup dalam keterbatasan, Rudiyanto tercatat tidak pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen, Rudiyanto tercatat berada pada pemeringkatan di atas desil 6–10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi itu membuat yang bersangkutan tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial.
“Berdasarkan laporan, pihak yang bersangkutan berada di desil lima ke atas,” ujar Herman, Rabu (14/1/2026).
Herman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan proses perubahan data agar Rudiyanto dapat masuk ke dalam pemeringkatan desil lima ke bawah. Namun, dia menegaskan bahwa proses itu membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi dan pemutakhiran data.
“Pemeringkatan desil berbasis NIK. Terkait faktor dia bisa luput dari desil lima ke bawah, bisa saja NIK-nya pernah dipinjam oleh orang lain untuk keperluan perbankan atau aktivitas lainnya. Hal-hal seperti itu sangat mempengaruhi data dan penilaian desil,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Dwi Budayana Eka Dewantara menyampaikan, pengusulan rumah tidak layak huni (RTLH) terus dilakukan pemantauan. Namun, dalam realisasinya diperlukan proses yang cukup panjang, terlebih saat ini masih berada di awal tahun anggaran.
“Semua rumah tidak layak huni berhak diajukan. Tapi, apakah nanti akan diterima atau tidak, tergantung dari kualifikasinya. Tapi kami juga memfasilitasi dengan adanya bantuan dari pihak swasta untuk saling bersinergi,” tuturnya. (nur/zul)





