KABAR MADURA | Aksi demonstrasi yang digelar aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Kantor Bupati Bangkalan, Senin (19/1/2026), dan sempat berlangsung ricuh akhirnya menemui titik temu. Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung menemui massa aksi.
Bupati Lukman Hakim menjelaskan, dirinya sejatinya telah berencana menemui massa sejak awal aksi. Namun, dia masih mengikuti rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan serta sejumlah pihak terkait.
Di hadapan demonstran, Bupati Lukman menegaskan, tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti. Dia bahkan meminta mahasiswa turut berperan aktif dalam mengawasi kinerja oknum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diduga melakukan pelanggaran.
“Terkait tuntutan yang disampaikan, kami pasti menindaklanjuti, bahkan sebut oknum dan dari dinas apa,” ujar Bupati Lukman.
Terkait sektor pendidikan, Lukman mencontohkan persoalan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Menurutnya, terdapat sekitar 300 bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan, namun realisasi pembangunan kerap terkendala persoalan status tanah.
“Misal terkait bangunan sekolah yang rusak sebanyak 300 bangunan, tapi saat kami ingin merealisasikan pembangunan, terkendala tanah yang ditempati karena pihak pewaris minta kompensasi,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, Pemkab Bangkalan saat ini masih menunggu putusan pengadilan sebelum melanjutkan pembangunan tersebut.
Dalam aksi tersebut, HMI Bangkalan menyampaikan 10 poin tuntutan yang ditujukan kepada Bupati Bangkalan. Mereka mendesak pemerintah daerah agar lebih serius membenahi berbagai persoalan yang dinilai belum tertangani secara maksimal.
Aktivis HMI juga menilai visi dan misi bupati selama ini masih sebatas janji. Sejumlah kebijakan dinilai berjalan lambat, terutama dalam penanganan persoalan sampah, reformasi birokrasi, dan sektor pendidikan. Mereka juga meminta bupati bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai menghambat kinerja pemerintah, serta mendukung aparat kepolisian dalam penegakan hukum.
Koordinator lapangan (korlap) aksi, Isro’ Mi’roj, menegaskan, HMI Bangkalan akan terus mengawal tuntutan itu hingga benar-benar direalisasikan oleh pemerintah daerah.
“kami meminta semua tuntutan kami ditindaklanjuti. Jika tidak ada keseriusan dari Pemkab untuk memenuhi tuntutan kami, maka kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya. (km95/zul)





