KABAR MADURA | Tren positif pariwisata Sumenep kian menguat di kancah internasional. Puluhan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia tiba di Kota Keris menggunakan kapal pesiar dan berlabuh di Pelabuhan Pelindo III Sumenep. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui suguhan seni budaya khas Madura.
Setibanya di pelabuhan, para wisatawan disuguhi tarian tradisional yang diiringi alunan musik saronen, ikon budaya Sumenep yang sarat nilai historis. Sambutan tersebut mencerminkan komitmen Pemkab Sumenep dalam mengemas pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa kedatangan wisatawan mancanegara ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Sumenep.
“Ini momentum penting bagi Sumenep. Kehadiran wisatawan Australia menunjukkan bahwa pariwisata kita semakin dikenal dan memiliki daya tarik kuat, terutama dari sisi budaya, sejarah, serta keramahan masyarakat,” ujar KH. Imam Hasyim.
Usai penyambutan di pelabuhan, rombongan wisman melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Keraton Sumenep, salah satu destinasi bersejarah kebanggaan daerah. Di lokasi tersebut, para wisatawan kembali disambut pertunjukan musik tradisional tongtong, yang semakin memperkaya pengalaman budaya selama berada di Sumenep.
Menurut pengasuh pondok pesantren At-Taufiqiyah itu, tren positif kunjungan wisatawan mancanegara ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Pemkab Sumenep dalam memperkuat promosi pariwisata dan meningkatkan kualitas layanan destinasi.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing, Pemkab Sumenep terus memantapkan langkah menjadikan Sumenep sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami optimistis, sektor pariwisata akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal,” pungkasnya. (ara/waw)





