Kondisi Pantai Lombang Dikecam Mahasiswa, Sampah dan Limbah Tambak Dinilai Kian Parah

Pariwisata102 views

KABAR MADURA | Kondisi Pantai Lombang, salah satu ikon wisata Sumenep kembali menuai kritik tajam dari kalangan mahasiswa. Pantai yang dikenal dengan cemara udangnya itu dinilai semakin terabaikan akibat persoalan klasik yang tak kunjung dituntaskan, mulai dari tumpukan sampah, dugaan pencemaran air laut oleh limbah tambak udang, hingga fasilitas wisata dan infrastruktur yang jauh dari kata layak. 

Kritik tersebut disampaikan oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNIBA Madura, M. Wakil, yang juga menjabat sebagai sekretaris umum PMII UNIBA Madura.

Dia menilai lemahnya pengelolaan kawasan Pantai Lombang mencerminkan rendahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan pesisir dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan. 

“Pantai Lombang ini bukan destinasi baru. Sampah yang berserakan, air laut yang tercemar limbah tambak udang, serta fasilitas yang seadanya sudah lama menjadi keluhan. Tapi sampai hari ini, persoalan itu seperti dibiarkan dan dinormalisasi,” tegas Wakil. 

Baca Juga:  Dana CSR Migas di Desa Banbaru Digugat ke Komisi Informasi, Warga Minta Transparansi Pengelolaan

Menurutnya, aktivitas tambak udang di sekitar kawasan pesisir Pantai Lombang perlu mendapat pengawasan serius. Pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai berpotensi merusak ekosistem laut sekaligus menurunkan kualitas wisata pantai. 

JJS Kabar Madura

“Air laut berubah warna, bau tidak sedap muncul di beberapa titik, dan biota laut semakin berkurang. Ini indikasi kuat adanya pencemaran. Kalau pemerintah terus tutup mata, Pantai Lombang hanya akan jadi korban kepentingan ekonomi jangka pendek,” ujarnya. 

Selain persoalan lingkungan, mahasiswa juga menyoroti buruknya fasilitas penunjang wisata. Tempat sampah minim, sanitasi kurang memadai, hingga akses infrastruktur yang tidak dibenahi secara serius membuat Pantai Lombang kalah bersaing dengan destinasi lain. 

Baca Juga:  Ekonomi Pamekasan Tumbuh 5,47 Persen, Bupati Tekankan RKPD 2027 Selaras Kebijakan Nasional

“Jangan hanya mengandalkan nama besar Pantai Lombang. Wisata tidak bisa hidup dari nostalgia. Tanpa fasilitas yang layak dan pengelolaan yang serius, pantai ini perlahan akan ditinggalkan wisatawan,” tambahnya. 

PMII UNIBA Madura mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Pantai Lombang, termasuk penertiban dan pengawasan ketat terhadap tambak udang yang diduga mencemari laut. 

“Pantai bukan tempat pembuangan sampah, dan laut bukan saluran limbah. Jika negara abai, maka mahasiswa akan terus bersuara sebagai pengingat,” pungkas Wakil. 

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengaku tidak dapat banyak bicara,  yang pasti dirinya masih harus berkoordinasi lintas sektor. 

“Saya masih baru,  harus komunikasi lagi dengan OPD lain, terkait infrastruktur dan persoalan tambak itu,” paparnya.(ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *