Pantai Lombang Disorot DPRD dan Mahasiswa, Fasilitas Minim dan Dugaan Limbah Tambak Dinilai Mengancam Wisata

Pariwisata68 views

KABAR MADURA | Kondisi Pantai Lombang, salah satu ikon wisata andalan Sumenep, kembali menjadi sorotan tajam. Persoalan klasik seperti tumpukan sampah, dugaan pencemaran air laut akibat limbah tambak udang, hingga fasilitas wisata yang minim dinilai menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam mengelola kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, menegaskan bahwa Pantai Lombang seharusnya tidak hanya dijual melalui nama besar dan nostalgia, melainkan melalui kualitas fasilitas dan pengelolaan yang layak. Menurutnya, fasilitas wisata justru harus menjadi nilai tawar utama dalam menarik kunjungan wisatawan.

“Pantai Lombang punya potensi besar, tapi potensi itu tidak akan bernilai jika fasilitasnya tidak dibenahi. Toilet, tempat sampah, akses jalan, hingga penataan kawasan harus menjadi prioritas. Fasilitas inilah yang seharusnya menjadi nilai tawar wisata Lombang,” tegas Ramzi.

Baca Juga:  Cahaya Kembali di Bumi Madura! Presiden Klub Puji Kebangkitan Madura United usai Tekuk Persik

Dia juga menyoroti dugaan pencemaran laut akibat aktivitas tambak udang di sekitar kawasan pantai. Ramzi menilai, tanpa pengawasan ketat, kepentingan ekonomi jangka pendek justru akan mengorbankan lingkungan dan masa depan pariwisata daerah.

“Kalau benar ada limbah tambak yang dibuang tanpa pengolahan, ini tidak bisa ditoleransi. Pariwisata berbasis lingkungan tidak akan pernah tumbuh jika lautnya tercemar. Pemerintah daerah harus berani menertibkan,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ramzi mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Pantai Lombang, termasuk penataan fasilitas dan pengawasan ketat terhadap tambak udang.

“Kalau ingin Pantai Lombang kembali hidup dan bernilai jual, maka perbaikannya harus nyata, bukan sekadar wacana,” pungkas Ramzi.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Perpustakaan Bangkalan Tidak Tambah Buku Baru Tahun Ini

Sorotan serupa disampaikan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNIBA Madura, M. Wakil, yang juga sekretaris Umum PMII UNIBA Madura. Dia menilai persoalan di Pantai Lombang bukan masalah baru, tetapi seperti dibiarkan dan dinormalisasi.

“Sampah berserakan, air laut berubah warna, bau tidak sedap, hingga biota laut yang berkurang sudah lama dikeluhkan. Ini bukan insiden sesaat, tapi persoalan sistemik akibat lemahnya pengelolaan,” kata Wakil.

Menurutnya, aktivitas tambak udang di sekitar Pantai Lombang perlu diawasi secara serius karena berpotensi merusak ekosistem laut sekaligus menurunkan daya tarik wisata.

“Pantai bukan tempat pembuangan sampah, dan laut bukan saluran limbah. Jika negara abai, mahasiswa akan terus bersuara sebagai pengingat,” tegasnya. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *