KABAR MADURA | Angin kencang yang melanda Kabupaten Pamekasan pada Minggu (1/2/2026) menyebabkan puluhan bangunan mengalami kerusakan cukup berat. Bangunan rusak itu tersebar di tujuh kecamatan dengan tingkat dampak yang beragam.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Achmad Zainullah menyampaikan, hingga kini pihaknya masih melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga serta bangunan yang terdampak bencana tersebut.
Berdasarkan laporan sementara, tercatat sekitar 20 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, fasilitas umum (fasum), hingga infrastruktur jalan yang turut terdampak akibat terpaan angin kencang.
“Tim kami masih terus melakukan asesmen hingga saat ini. Bisa jadi nanti data korban terdampak terus bertambah,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Tingkat kerusakan bangunan bervariasi. Namun secara umum, kata Zainullah, kerusakan didominasi kategori ringan, seperti plafon rumah yang ambruk dan kerusakan ringan lainnya.
Terkait penyaluran bantuan bagi korban terdampak, Zainullah menyebut, pihaknya masih menunggu hasil akhir asesmen di lapangan. Setelah proses pendataan selesai, bantuan akan diproses sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Adapun tujuh kecamatan yang terdampak angin kencang meliputi Kecamatan Larangan, Galis, Pademawu, Proppo, Tlanakan, Pegantenan, dan Pamekasan.
“Yang paling parah kerusakannya di daerah Branta, Tlanakan. Sementara di wilayah lain, rusak ringan,” jelasnya.
Sementara itu, warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Ahmad Hasan, mengatakan, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sejumlah rumah dan gudang di wilayahnya mengalami kerusakan total. Dia berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian dan bantuan khusus kepada para korban terdampak.
“Semoga kondisi ini bisa segera mendapat perhatian dari pemerintah ke korban terdampak dan semoga tidak ada peristiwa seperti ini lagi,” tuturnya. (nur/zul)





