KABAR MADURA | Sudah sepekan sejak Satgas MBG atau Satuan Tugas Satgas Makan Bergizi Gratis Sampang melakukan penelusuran dugaan penyaluran MBG ke sekolah fiktif yang menyeret nama SPPG Shavina Shavira, namun hingga kini belum ada hasil resmi yang diumumkan ke publik, khususnya terkait potensi kerugian negara.
Sebelumnya, Satgas MBG Sampang menyatakan tengah mendalami dugaan distribusi MBG ke SDN Batuporo Timur 1 yang faktanya tidak memiliki aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal. Dugaan tersebut memicu pertanyaan publik karena penyaluran MBG tetap dilakukan meski sekolah dinilai bermasalah sejak beberapa tahun terakhir.
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto menyampaikan bahwa proses pendalaman masih berjalan dan sedang berada dalam wilayah Inspektorat Daerah Sampang. Menurutnya, satgas masih mengumpulkan data administrasi, dokumen penyaluran, serta keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk SPPG sebagai penyedia layanan.
“Proses masih berjalan. Saat ini masih di inspektorat daerah nanti juga konfirmasi ke sana,” katanya, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, belum adanya transparansi hasil pemeriksaan memicu sorotan dari sejumlah kalangan. Aktivis pendidikan di Sampang Imam Baidawi menilai Satgas MBG perlu segera membuka perkembangan penelusuran agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada potensi kerugian negara, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan sampai kasus ini menguap tanpa kejelasan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak inspektorat daerah beserta SPPG Shavina Shavira hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Kabar Madura sudah berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan informasi yang berimbang namun tidak direspon. (yan/waw)





