ICP UNIBA Madura 2026 Akan “Kuliahkan” 1.000 Mahasiswa di Pasar Anom

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura berkomitmen mencetak generasi muda yang mandiri dan berdaya saing kembali dibuktikan oleh melalui program unggulan Inovatif Collaboration Project (ICP). Tahun 2026 ini, program tersebut diikuti hampir 1.000 mahasiswa yang siap ditempa menjadi entrepreneur muda berbasis praktik langsung di lapangan.

Program ICP bukan sekadar teori kewirausahaan di ruang kelas. Mahasiswa dibagi dalam 100 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 orang. Mereka akan menempati 100 unit rumah toko (ruko) di lantai 2 Pasar Anom Sumenep selama satu semester ke depan untuk menjalankan project bisnis nyata.

Rektor UNIBA Madura, Prof Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret kampus dalam membangun mental dan keterampilan wirausaha mahasiswa sejak dini.

Baca Juga:  UNIBA Madura Buka PMB Gelombang I 2026

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. ICP adalah wadah pembelajaran nyata agar mereka berani memulai usaha, memahami manajemen, pemasaran, hingga menghadapi tantangan pasar secara langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis proyek project-based entrepreneurship ini dirancang agar mahasiswa belajar dari pengalaman riil. Produk yang dijual merupakan hasil perencanaan dan inovasi masing-masing kelompok, sehingga mahasiswa benar-benar terlibat dari proses produksi hingga strategi pemasaran.

JJS Kabar Madura

Program ini juga menjadi bukti keseriusan UNIBA Madura dalam menjawab tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Dengan pengalaman berwirausaha selama satu semester penuh, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kuat untuk membuka usaha mandiri setelah lulus.

Baca Juga:  UNIBA Madura Sulap Pasar Anom Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa, Prof. Achsanul Qosasi: Harus Berani Menjual dan Mencipta

“Harapannya, dari ICP ini lahir entrepreneur-entrepreneur muda Madura yang kreatif, tangguh, dan mampu bersaing. Kampus hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai inkubator bisnis masa depan,” tambah Prof. Rachmad.

Kehadiran mahasiswa di Pasar Anom pun diproyeksikan membawa dampak positif bagi geliat ekonomi lokal. Kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku pasar tradisional diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan inovatif.

“Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberanian mencoba, ICP UNIBA Madura diharapkan nantinya mahasiswa setelah lulus tidak bingung mencari kerja,” pungkasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *