Ibu dan Anak di Bangkalan Hilang, Sandal dan Tas Ditemukan di Pinggir Sungai Tanjung

Berita69 views

KABAR MADURA | Peristiwa mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Bangkalan. Seorang ibu bersama anaknya yang masih berusia 8 tahun dilaporkan hilang.

Keduanya diketahui pergi meninggalkan rumah keluarga di Kecamatan Burneh pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Setelah menyadari kepergian itu, pihak keluarga segera melakukan pencarian. Hasilnya, tas dan sandal miliknya ditemukan di pinggir Sungai Tanjung, yang diduga menjadi lokasi hilangnya ibu dan anak tersebut.

Berdasarkan penelusuran wartawan Kabar Madura, korban berinisial SR (38), merupakan warga asli Bojonegoro. Sementara anaknya berinisial MI. Sebelum kejadian, SR diduga sempat terlibat cekcok dengan suaminya. Saat meninggalkan rumah, keduanya hanya membawa sebuah tas berisi pakaian, dompet, dan ponsel.

Baca Juga:  Sopir Diduga Microsleep, Minibus Hantam Pohon di Akses Suramadu, Tujuh Orang Terluka

Sepupu suami korban, Ila, mengungkapkan, SR sebelumnya pernah menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan. Dia bahkan diduga sempat mengajak anaknya untuk melakukan aksi bunuh diri.

“Sebelumnya SR juga sempat ngajak anaknya loncat di Suramadu,” ungkapnya.

Kondisi itu membuat keluarga khawatir SR nekat mengajak anaknya melompat ke sungai. Selain itu, muncul juga kekhawatiran lain, mengingat dalam beberapa hari terakhir dilaporkan adanya kemunculan buaya di sekitar lokasi sungai tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan M. Zainul Qomar menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pencarian.

Baca Juga:  Isu Kontrak PPPK Tidak Diperpanjang, BKPSDM Bangkalan: Belum Ada Keputusan

BPBD menurunkan dua perahu karet guna menyisir area sungai. Meski pencarian telah dilakukan sejak pagi hingga siang hari, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Update sementara pencarian masih berlangsung, kami mengerahkan tim untuk segera menemukan,” jelasnya.

Dia menambahkan, proses pencarian turut melibatkan tim SAR untuk mempercepat upaya evakuasi.

“Tim SAR di Madura hanya ada di Sumenep, jadi mereka baru sampai,” pungkasnya. (fik/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *