KABAR MADURA | Belum lama ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) “berselancar” di Kabupaten Pamekasan. Bahkan, Ketua DPRD Ali Masykur, Sekda Taufikurrachman, Wabup Sukriyanto, dan Bupati Kholilurrahman 9 jaman bersama perwakilan KPK di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (9/4/2026).
Perwakilan tersebut merupakan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsubgah) KPK. Dalam penjelasan Sekda Taufikurrachman, pertemuan tersebut berfokus pada pencegahan korupsi dan pembinaan tata kelola, di mana pejabat dilarang membawa ponsel ke ruang pertemuan.
Dari penelusuran wartawan, ternyata KPK datang tidak sekadar melakukan pencegahan korupsi dan pembinaan tata kelola, tapi diduga beberapa kontraktor yang menggarap proyek-proyek di Pamekasan diperiksa oleh KPK.
Pemeriksaan tersebut dilangsungkan di salah satu ruangan RSUD dr. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan. Fokus pemeriksaannya pada bentuk kegiatannya berupa alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan, program di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan, Disdikbud Pamekasan, dan lainnya.
Terpisah, wartawan Kabar Madura mengonfirmasi Bupati Kiai Kholilurrahman. Saat dihubungi via WhatsApp pada Senin (13/4/2026) pukul 11.40 WIB, bupati tidak menjawabnya.
Begitu pula saat dihubungi via telepon WhatsApp, hingga dua kali pukul 15.01 dan 15.02 WIB, Bupati Kholilurrahman tidak mengangkatnya meski dalam kondisi berdering.
Plt Direktur: Hanya Pembinaan
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengakui tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi RSUD Smart Pamekasan.
Pria yang akrab disapa dr. Yayak itu menyatakan, kedatangan KPK ke RSUD Smart tepat sehari sebelum digelar pertemuan tertutup dengan bupati dan pejabat di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (9/4/2026).
“KPK ke RSUD Smart pada hari Rabu-nya. Namun, bukan dalam rangka pemeriksaan proyek, melainkan lebih kepada kegiatan pembinaan,” ujar dr. Yayak, Senin malam (13/4/2026).
Menurut ponaan Mahfud MD itu, KPK tidak hanya mendatangi RSUD Smart. Tapi, juga menyasar semua OPD di Kota Gerbang Salam.
“Itu bagian dari pembinaan, tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan proyek. Kunjungan tersebut belum mengarah pada pemeriksaan. Tim KPK yang hadir berasal dari komisi pencegahan, bukan komisi penindakan,” terangnya.
Untuk diketahui, sebelumnya KPK mengumpulkan seluruh pejabat Pemkab Pamekasan selama sekitar sembilan jam di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (9/4/2026).
Menurut Sekda Taufikurrachman, kehadiran KPK tersebut dalam rangka menjadi narasumber kegiatan Pembinaan Tata Kelola Pemerintahan, Layanan Penanganan Isu Strategis Kerawanan Korupsi, serta Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Pengadaan Barang dan Jasa.
“KPK juga memberikan arahan agar para pejabat tidak melakukan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Itu poinnya,” tukas Taufik.
(rul/zul)






