Bupati Pamekasan Minta Program Daerah Tak Tumpang Tindih dan Lebih Tepat Sasaran

Pemerintahan37 views

KABAR MADURA | Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, menekankan pentingnya optimalisasi otonomi daerah sebagai instrumen percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikan dalam amanatnya pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 tahun 2026.

Dalam pesannya, bupati dengan sapaan Kiai Kholil ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan otonomi daerah tidak hanya bergantung pada kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah, tetapi juga pada kemampuan menjalin sinkronisasi yang kuat dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan efektif dan merata.

Dia juga menyoroti sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah daerah, seperti menghindari tumpang tindih program, mempercepat digitalisasi layanan publik, serta memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Baca Juga:  Hidupkan Dialog Interaktif, PMII UNIBA Madura Bahas Ancaman Lingkungan dan Tata Kelola Sumenep

Selain itu, perhatian terhadap isu lintas wilayah, termasuk transportasi dan lingkungan, hingga peningkatan layanan dasar di daerah terpencil dinilai harus menjadi prioritas.

Bupati KH. Kholilurrahman turut mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi tantangan global, seperti krisis ekonomi dan perubahan iklim. Di sisi lain, dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk swasembada pangan, energi, dan peningkatan kesejahteraan sosial melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peran pemerintah daerah.

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus proaktif dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, sehingga hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat secara adil.

Baca Juga:  Sultan Madura Haji Her: Tanpa Buruh, Kita Tidak Bisa Berkarya!

Menutup pesannya, Bupati KH. Kholilurrahman menekankan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pentingnya efisiensi penggunaan anggaran. Dia mengingatkan agar peringatan Hari Otonomi Daerah tidak bersifat seremonial semata, melainkan berorientasi pada manfaat nyata.

“Peringatan ini harus sederhana dan tidak berlebihan. Setiap penggunaan anggaran harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta menghindari pemborosan,” tegasnya.(km96/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *