KABAR MADURA | Kondisi Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) di Bangkalan kian memprihatinkan. Para pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung yang berdampak langsung pada minimnya pendapatan harian.
Salah satu pedagang, Aroni Nasiroh, mengungkapkan, kondisi ini bukan hal baru. Menurutnya, penurunan jumlah pembeli sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa akibat perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih bertransaksi melalui marketplace.
Akibatnya, penjualan pun menjadi sangat terbatas. Dalam hari-hari biasa, jumlah pengunjung yang datang ke pasar hanya berkisar empat hingga enam orang.
“Yang sepi sudah lama, palingan yang rame itu kalau musim masuk sekolah siswa baru atau lebaran, setelah itu keadaannya seperti ini,” ungkapnya, Kamis (30/4/2026).
Dia menambahkan, dalam sehari dirinya kerap tidak mampu meraih keuntungan hingga Rp100 ribu. Sebab itu, dia berharap ada perhatian dan solusi dari pemerintah agar pasar kembali hidup seperti sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli menilai sepinya pasar dipengaruhi ketatnya persaingan dengan toko online. Kondisi itu membuat sebagian konsumen enggan datang langsung ke pasar.
Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Dia mendorong para pedagang untuk mulai beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital sebagai sarana tambahan dalam berjualan.
“Hari ini keadaannya memang sepi untuk bagian pedagang jenis pakaian, dari tahun ke tahun trennya selalu menurun. Namun pedagang sebisa mungkin untuk sambil lalu jualan online juga,” tuturnya.
Selain itu, Diskop Umdag juga memiliki rencana jangka panjang untuk menghidupkan kembali Pasar KLD dengan menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke makam Syaikhona Muhammad Kholil.
“Dalam wacana kami berupaya memanfaatkan untuk tempat perbelanjaan bagi wisatawan. Hal ini kami masih berupaya untuk bekerja sama dengan Dinas Perhubungan,” tegasnya. (fik/zul)





