Libatkan 24.114 Siswa, Pamekasan Pecahkan Rekor MURI di Perayaan Puncak Hardiknas Jatim 2026

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jawa Timur 2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (25/5/2026).

Penghargaan itu diraih melalui pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang melibatkan 24.114 siswa dari berbagai sekolah se-Pamekasan. Ribuan peserta memadati stadion dan mengikuti senam bersama sebagai bagian dari kampanye penguatan pendidikan karakter serta pola hidup sehat bagi pelajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menjadi simbol lahirnya generasi yang sehat dan berkarakter.

“Ini merupakan capaian signifikan untuk memulai langkah dan semangat baru memajukan pendidikan di Pamekasan. Dalam pendidikan karakter pun, meliputi olahraga, olah rasa, dan olah hati,” terangnya.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Gulung Jaringan Pengedar Ekstasi dalam Sehari

Senior Manager MURI Triyono mengatakan, kegiatan senam itu bukan hanya sekadar gerakan massal, namun simfoni kebangsaan yang mengajak disiplin, kebersamaan, dan hidup sehat sejak dini.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurutnya, pemberian rekor MURI ini tidak hanya sebatas angka semata, akan tetapi bentuk keberhasilan dalam mengajarkan pola hidup sehat kepada generasi muda.

“Oleh karena itu, pada hari ini MURI memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan senam anak Indonesia hebat oleh pelajar terbanyak di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, momentum perayaan puncak Hardiknas ini menjadi motivasi baru untuk mewujudkan Pamekasan sebagai Kota Pendidikan. Menurutnya, penguatan sektor pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Ekowisata Mangrove Pamekasan Makan Korban, Ternyata Sudah Tidak Kebagian Anggaran Pemeliharaan

“Kegiatan hari ini merupakan suatu kehormatan yang sangat besar bagi kami. Dan ini tentu menjadi motivasi serta energi positif bagi kami untuk terus memperkuat SDM melalui pendidikan,” jelasnya.

Dia menilai, upaya mewujudkan Kota Pendidikan di bumi Gerbang Salam membutuhkan dorongan serta sinergi dari berbagai pihak. Tradisi pendidikan di Pamekasan, kata dia, selama ini tumbuh kuat melalui lembaga pendidikan formal maupun pesantren.

“Tradisi pendidikan di Pamekasan Alhamdulillah tumbuh kuat melalui lembaga pendidikan formal, pesantren, madrasah, sekolah umum, hingga perguruan tinggi yang terus berkembang,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *