Sikapi Revolusi Industri 5.0, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ajak Mahasiswa UIN Madura Rawat Nalar Kritis Berbasis AI

Pendidikan15 views

KABAR MADURA | Menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian masif, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, H. Khairul Umam, menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap era Revolusi Industri 5.0.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (17/6/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan ratusan mahasiswa, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan ini menjelaskan bahwa era Revolusi Industri 5.0 tidak sekadar berfokus pada kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana menyelaraskan teknologi tersebut dengan humanisme dan pemikiran manusia yang mendalam.

“Revolusi Industri 5.0 menuntut kita untuk tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman. Kita harus menyikapinya dengan merawat nalar kritis, salah satunya melalui pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujar Khairul Umam.

Baca Juga:  Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran Idulfitri, Kapolres Pamekasan Ingatkan Pentingnya Sinergi Berbagai Pihak

AI Sebagai Mitra, Bukan Pengganti Peran Manusia

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pria yang dikenal dengan jargon TaretanKU ini menambahkan, kehadiran AI di dunia pendidikan, khususnya dalam disiplin ilmu eksakta seperti matematika, harus dipandang sebagai peluang besar. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu (tool) yang sangat efektif untuk mempercepat pemahaman materi dan menganalisis data secara akurat.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kecanggihan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan esensi sejati dari pemikiran kritis manusia.

Pemanfaatan AI, jepasnya, digunakan untuk efisiensi data, visualisasi konsep matematika yang rumit, dan personalisasi pembelajaran.

Atas hal itu, dibutuhkan peran nalar kritis. Fungsinya sebagai filter etika, pemecahan masalah yang kompleks, serta pengambil keputusan yang bijak.

“AI bisa memberikan data dan jawaban dalam hitungan detik, tetapi nalar kritislah yang menentukan apakah jawaban tersebut valid, etis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di sinilah peran penting mahasiswa Tadris Matematika UIN Madura sebagai calon pendidik masa depan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lahan SMK Kesehatan Nusantara Diduga Dijual ke Pengusaha Rokok Ilegal

Dukungan Legislatif untuk Pendidikan Berbasis Teknologi

Sebagai representasi rakyat di parlemen Pamekasan, Khairul Umam menegaskan bahwa PKB dan DPRD Pamekasan terus berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan lokal yang berbasis teknologi mutakhir.

Ia berharap kampus-kampus di Madura, khususnya UIN Madura, mampu melahirkan inovator-inovator yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Seminar yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara sang legislator dan para mahasiswa yang antusias mendalami integrasi antara matematika, logika, dan teknologi kecerdasan buatan. (nur/rul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *