KABAR MADURA | Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda tahunan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.
“Semangat memperingati Bulan Bung Karno harus menjadi energi positif untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebangsaan,” ujar Fauzi.
Menurutnya, pemikiran Bung Karno masih sangat relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting untuk melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi daerah maupun negara.
“Generasi muda harus menjadikan semangat Bung Karno sebagai pemicu untuk memajukan Sumenep dan Indonesia. Membangun memang tidak mudah, tetapi mempertahankan hasil pembangunan juga tidak kalah sulit,” katanya.
Fauzi juga menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga. Kabupaten Sumenep, dengan wilayah kepulauan yang luas serta beragam budaya dan bahasa, dinilai mampu menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dirawat dalam bingkai persatuan.
“Sumenep memberikan teladan bagi Nusantara. Kita memiliki banyak pulau, budaya, dan bahasa, namun tetap bersatu dalam semangat kebersamaan. Inilah jalan menuju persatuan Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Bung Karno harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar semangat persatuan dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.
“Momentum awal bulan Juni ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang beliau wariskan. Semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme harus terus hidup di kalangan pemuda,” ujarnya. (ara/waw)





