KABAR MADURA | Pelabuhan Kalianget yang dibangun dengan anggaran hampir Rp4 miliar untuk pelabuhan wisata hingga kini belum juga beroperasi secara resmi. Padahal, proyek yang digadang-gadang menjadi penunjang sektor pariwisata dan transportasi laut di Kabupaten Sumenep itu telah rampung dikerjakan sejak tahun 2024.
Saat ini, pelabuhan tersebut baru sebatas digunakan untuk uji coba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep beralasan masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung dan perizinan yang belum tuntas sehingga operasional penuh belum bisa dilakukan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Ach. Dzulkarnain, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah belum tersedianya fasilitas tambat labuh yang memadai.
Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran penting untuk menjamin keamanan kapal saat bersandar sekaligus menunjang aktivitas naik turun penumpang maupun bongkar muat barang.
“Tambat labuhnya masih kurang. Karena itu pelabuhan belum bisa difungsikan secara penuh,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, pemerintah daerah juga masih menunggu penyelesaian sejumlah perizinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Dzulkarnain mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci jenis izin yang masih dalam proses tersebut.
“Masih ada izin dari provinsi yang belum keluar. Saat ini kami terus melakukan koordinasi agar prosesnya bisa segera selesai,” katanya.
Pihaknya memastikan berbagai upaya terus dilakukan agar pelabuhan wisata tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Koordinasi dengan instansi terkait terus digencarkan, termasuk penyediaan fasilitas yang masih kurang.
“Selama ini memang baru tahap uji coba. Kami terus berupaya agar pelabuhan ini segera bisa beroperasi secara resmi,” tambahnya.
Pelabuhan Wisata Kalianget merupakan salah satu proyek infrastruktur yang dibangun secara bertahap selama empat tahun terakhir.
Pembangunan tahap pertama dimulai pada 2021 melalui Bantuan Keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp1,52 miliar. Selanjutnya, pada 2022 proyek tersebut kembali mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Sumenep sebesar Rp1,31 miliar.
Namun, meski telah menghabiskan dana miliaran rupiah, pelabuhan tersebut belum dapat dioperasikan pada 2023 karena panjang dermaga dinilai belum memadai. Akibatnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,04 miliar pada 2024 untuk melanjutkan penyempurnaan pembangunan.
Jika ditotal, anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget mencapai sekitar Rp3,87 miliar. (ara/waw)





