Bupati Pamekasan Targetkan Pengisian Kekosongan Kepala Sekolah Rampung Bulan Depan

KABAR MADURA | 117 kepala kekolah (Kasek) di Pamekasan masih belum terisi secara definitif, meski sudah ada 127 calon kasek yang sudah cukup syarat.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memenuhi syarat (MS) sudah diketahuinya, namun saat ini masih dalam tahap pembahasan.

“Bulan depan merupakan batas maksimal yang kami targetkan. Kami telah meminta agar proses penyusunan draf pengangkatan dikebut pada bulan ini, sehingga diharapkan pada awal bulan depan sudah dapat direalisasikan,” paparnya.

Pihaknya, juga bersikap realistis terhadap beberapa kasus khusus yang memerlukan ketelitian lebih dalam penyelesaiannya.

“Apabila terdapat satu atau dua sekolah yang memiliki karakteristik persoalan yang cukup rumit (jelimet), kemungkinan penyelesaiannya akan sedikit memerlukan waktu. Namun, semangat dan komitmen kami adalah menyelesaikan seluruh agenda pengisian ini pada bulan depan,” tambahnya.

Rencana akselerasi dari pemerintah daerah ini sejalan dengan dorongan dari pihak legislatif. Secara terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd. Rosyid Fansori, memberikan perhatian serius terkait urgensi pengisian jabatan ini demi menjaga kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Menurutnya, seluruh proses administrasi sebenarnya sudah rampung. Daftar calon guru yang memenuhi syarat sebagai kepala sekolah sudah lengkap, dan Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah pun telah siap bergerak.

“Terlebih, bupati sendiri memegang posisi sentral sebagai pembina di dalam tim tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Apresiasi Layer Baru CHT, Achsanul Qosasi Dorong Pemerintah Percepat KEK Tembakau Madura

Pihaknya mengingatkan bahwa keberadaan kepsek definitif sangat signifikan dalam menjaga stabilitas dan kualitas proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Menjelang persiapan tahun ajaran baru, bupati didesak untuk segera fokus menuntaskan persoalan ini.

“Bupati harus segera fokus menuntaskan masalah ini. Jangan ciptakan kondisi pendidikan kita yang abu-abu hanya karena sekolah-sekolah tidak memiliki nahkoda yang jelas,” tegas polisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (fit/rul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *