KABAR MADURA | Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi yang perlu diwaspadai. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko terjadinya penyakit tersebut.
Dokter Spesialis Jantung RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dr. Vitriyaturrida, mengatakan bahwa faktor risiko penyakit jantung dapat dikenali dan dikendalikan sejak dini. Menurutnya, memahami kondisi tubuh sendiri merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengantisipasi penyakit jantung.
“Faktor resiko tubuh harus dikenali. Apakah ada genetik, sakit diabetes, tensi, dan rutin cek lab minimal per 6 bulan. Kita harus kenal tubuh kita,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
dr. Vitri menjelaskan, seseorang yang memiliki faktor risiko perlu menerapkan pola hidup sehat secara disiplin. Langkah itu penting dilakukan agar risiko terkena penyakit jantung tidak semakin besar.
Dia menerangkan, serangan jantung umumnya berawal dari penyakit jantung koroner atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang berfungsi menyuplai darah ke otot jantung. Penyebabnya terbagi menjadi dua kategori, yakni faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang masih bisa dikendalikan.
Menurutnya, faktor yang tidak dapat diubah adalah faktor genetik atau keturunan. Sebab itu, seseorang perlu lebih waspada apabila memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga yang terjadi pada usia muda.
“Ketika bapak sakit jantung di bawah 55 tahun atau ibu sakit jantung di bawah 65, itu ada genetik, harus hati-hati,” ungkapnya.
Sementara itu, faktor yang masih bisa diubah meliputi diabetes, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, hingga hipertensi. dr. Vitri menyebut, apabila kondisi-kondisi itu tidak terkontrol dengan baik, maka berpotensi memicu penyakit jantung koroner maupun pembengkakan jantung.
“Usia muda pun tidak menutup kemungkinan bisa terkena penyakit jantung. Jadi faktor risiko dalam tubuh kita harus dikenali. Terpenting jalani pola hidup sehat,” tutupnya. (nur/zul)





