Sinergi Aparat dan Pesantren: Merawat Harmoni, Membangun Peradaban Damai

Pendidikan23 views

KABAR MADURA | Keberhasilan sebuah kegiatan keagamaan berskala besar tidak hanya ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan internal panitia, melainkan oleh kuatnya sinergi antarlembaga yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, dan kesamaan visi dalam menjaga kemaslahatan umat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama Islamic Boarding School (IBS) PKMKK, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, menyikapi persiapan matang menjelang pelaksanaan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara besar ini dijadwalkan akan menghadirkan ulama nasional terkemuka, Prof. Dr. KH. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A. (UAS).

Atas dasar itu, keluarga besar IBS PKMKK menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam atas silaturahmi, koordinasi, serta dukungan luar biasa yang diberikan oleh Kanit Intel Polsek Larangan beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Koramil Kecamatan Larangan.

“Kehadiran aparat keamanan sejak tahap koordinasi awal ini menunjukkan bahwa keamanan bukan sekadar tugas eksklusif institusi negara, melainkan sebuah ikhtiar kolektif. Langkah ini sangat krusial untuk menghadirkan rasa tenang, sehingga masyarakat dapat beribadah dan menuntut ilmu dengan penuh kekhusyukan,” ujar Prof. Achmad Muhlis.

Menurut Prof. Muhlis, koordinasi lintas kelembagaan ini merupakan wujud nyata dari konsep collaborative governance (tata kelola kolaboratif). Konsep ini menempatkan pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan berdampak luas.

Lebih lanjut, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam ini menjelaskan bahwa sinergi tersebut sangat mencerminkan nilai luhur ta’awun ‘ala al-birri wa al-taqwa (tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan), sebuah fondasi dasar yang diajarkan Islam dalam membangun tatanan kehidupan bersama.

“Kolaborasi ini memperkuat modal sosial (social capital) berupa kepercayaan, komunikasi, dan solidaritas antarlembaga. Melalui pendekatan preventif yang humanis seperti ini, potensi gangguan sosial di lapangan dapat diminimalkan sedini mungkin,” tambahnya.

Ketua Senat UIN Madura itu menambahkan, bahwa keterlibatan aktif aparat keamanan sejak tahap perencanaan terbukti memberikan dampak psikologis yang positif.

Selain memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri panitia, kehadiran TNI-Polri juga mereduksi kecemasan jamaah serta menumbuhkan keyakinan bahwa kegiatan keagamaan adalah ruang bersama yang dijaga oleh seluruh elemen bangsa.

Misi Saling Melengkapi Antara Pesantren dan Aparat Negara

Hubungan harmonis yang ditunjukkan dalam persiapan haul ini menjadi potret nyata bahwa institusi pesantren dan aparat keamanan memiliki misi yang saling melengkapi dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Pesantren memiliki peran membangun ketahanan moral dan spiritual masyarakat melalui jalur pendidikan, dakwah, dan pembinaan akhlak. Di sisi lain, aparat negara bertugas menjaga ketertiban, keamanan, dan stabilitas sosial agar ruang-ruang pendidikan serta dakwah tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” urainya.

Baca Juga:  Mahasiswa Pascasarjana PAI UIN Madura Laksanakan Pembelajaran Luar Kelas di IBS PKMKK

Ketika kedua pilar ini berjalan beriringan, akan lahir ekosistem sosial yang kondusif bagi tumbuh kembangnya generasi muda yang berilmu, berkarakter, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Sinergi ini sekaligus menjadi bukti bahwa membangun peradaban bangsa tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan lewat kerja sama nyata yang dilandasi keikhlasan, profesionalisme, dan tanggung jawab bersama.

IBS PKMKK meyakini bahwa momentum Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah besar untuk memperkuat tali ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).

“Dukungan penuh dari Kanit Intel Polsek Larangan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Koramil Larangan bukan hanya membantu kelancaran teknis operasional acara, tetapi juga menjadi teladan indah tentang pentingnya komunikasi lintas institusi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Prof. Achmad Muhlis.

Keluarga besar IBS PKMKK berharap sinergi yang telah mengakar kuat ini menjadi amal kebajikan yang terus mempererat hubungan antara dunia pesantren, aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat luas, serta menginspirasi lahirnya kehidupan sosial yang damai, harmoni, religius, dan bermartabat. (nur)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *