Misteri Kematian Sekdis PRKP Bangkalan, Kuasa Hukum Korban Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan

KABAR MADURA | Kuasa hukum keluarga korban pembunuhan Sekretaris DPRKP Bangkalan Ruly Yunis Setiawati (50) mendesak aparat kepolisian segera menangkap terduga pelaku yang identitasnya diyakini telah dikantongi penyidik. Penangkapan itu dinilai menjadi kunci untuk mengungkap hubungan antara korban dan pelaku, sekaligus menguak motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa korban.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan, penyidik telah memastikan peristiwa itu merupakan tindak pidana pembunuhan berdasarkan hasil penyelidikan dan temuan forensik.
“Kalau peristiwanya sudah dipastikan sebagai pembunuhan. Tinggal pelakunya saja yang kami tunggu segera ditangkap,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Risang mengungkapkan, foto seseorang yang diduga berkaitan dengan kasus itu telah beredar luas di media sosial. Foto itu disebut berasal dari telepon genggam korban maupun akun media sosial milik korban. Namun, dia menegaskan, identitas orang dalam foto itu belum dapat dipastikan secara resmi karena kepolisian belum memberikan keterangan.
“Saya belum bisa memastikan siapa orangnya. Secara resmi polisi juga belum menyampaikan. Yang jelas kami yakin penyidik sudah mengetahui identitasnya,” sebutnya.

Hingga saat ini, kata Risang, keluarga korban juga belum mengetahui hubungan antara korban dengan sosok yang diduga sebagai pelaku. Sebab itu, berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat masih sebatas spekulasi.
“Harus ditangkap dulu supaya diketahui apa hubungan mereka, bagaimana mereka saling mengenal, dan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban meninggal dunia,” ungkapnya.
Menanggapi beragam isu yang beredar di media sosial, termasuk dugaan adanya hubungan asmara, Risang meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Dia menegaskan, pihak keluarga tetap berpegang pada hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil visum dan autopsi yang diterima keluarga, tambahnya, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan kekerasan seksual.
“Kami tetap berpegang pada hasil visum dan autopsi. Dari hasil itu tidak ditemukan bekas sperma maupun tanda-tanda persetubuhan,” jelasnya.
Dia juga menyoroti unggahan korban di media sosial beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia. Menurutnya, secara logika tindakan itu dinilai tidak lazim apabila dikaitkan dengan berbagai isu yang saat ini berkembang.
Meski demikian, Risang memaparkan, hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif maupun kronologi kejadian.
Lebih lanjut, dia menduga korban kemungkinan sempat mengalami konflik dengan seseorang sebelum meninggal dunia sehingga mengunggah foto tertentu ke media sosial. Namun, dugaan tersebut, menurutnya, hanya dapat dibuktikan melalui hasil penyidikan kepolisian.
Selain dugaan motif asmara, berbagai kemungkinan lain juga masih terbuka. Risang menyebut tidak menutup kemungkinan adanya modus kejahatan seperti love scam yang berujung pada pencurian atau perampasan harta benda. Dugaan itu muncul karena sejumlah barang berharga milik korban, seperti perhiasan dan uang, dilaporkan hilang.
“Semuanya masih mungkin. Bisa saja motif lain, termasuk kejahatan yang diawali pendekatan kepada korban. Tetapi semua itu harus dibuktikan melalui penyidikan,” tuturnya.
Pihak keluarga berharap masyarakat memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan penyelidikan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan. Polisi yang nantinya akan menjelaskan siapa pelakunya, apa motifnya, dan bagaimana peristiwa itu sebenarnya terjadi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Sekdis Ruly ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/6/2026). (fik/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *