Alokasi DBHCHT Menyusut, Disnaker Bangkalan Kurangi Pelatihan Kerja dan Fokus Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja

Berita89 views

KABAR MADURA | Program pelatihan kerja tahunan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Keterbatasan anggaran membuat jumlah pelatihan yang biasanya dilaksanakan dalam skala besar harus dikurangi.

Kepala Disnaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menjelaskan, meski terjadi pengurangan, program pelatihan tetap dibagi dalam dua skema utama, yakni pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat. Namun, jumlah pelaksanaannya tidak lagi sebanyak tahun sebelumnya.

“Tahun ini hanya dilaksanakan 12 pelatihan, terdiri dari 6 pelatihan berbasis kompetensi dan 6 lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).

Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah itu mengalami penurunan drastis. Pada tahun lalu, masing-masing kategori pelatihan digelar sebanyak 12 kegiatan, sehingga totalnya dua kali lipat dari tahun ini.

Baca Juga:  Terungkap Alasan Sejumlah Restoran di Bangkalan Tidak Setor Pajak

Menurut Jemmi, berkurangnya jumlah pelatihan tidak lepas dari menurunnya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tahun sebelumnya, anggaran yang diterima hampir mencapai Rp1,5 miliar, sementara tahun ini hanya berada di kisaran Rp500 juta lebih.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Penurunan anggaran cukup drastis, sehingga kami harus melakukan penyesuaian, termasuk mengurangi jumlah pelatihan yang bisa dilaksanakan,” jelas Jemmi.

Namun, Disnaker Bangkalan memastikan kualitas pelatihan tetap menjadi prioritas. Program yang masih berjalan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat secara lebih efektif.

Baca Juga:  Guru dan Siswa SMP di Bangkalan Diduga Keracunan MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Di tengah keterbatasan anggaran, pemkab juga diharapkan dapat mencari alternatif solusi agar program peningkatan kualitas tenaga kerja tetap berjalan optimal.

Lebih lanjut, Jemmi optimistis serapan tenaga kerja tetap bisa meningkat dan bahkan melampaui target yang telah ditentukan.

“Semoga meski anggarannya turun, target serapan pekerja bisa melampaui angka satu ribu,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *