KABAR MADURA | Program pelatihan kerja tahunan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Keterbatasan anggaran membuat jumlah pelatihan yang biasanya dilaksanakan dalam skala besar harus dikurangi.
Kepala Disnaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menjelaskan, meski terjadi pengurangan, program pelatihan tetap dibagi dalam dua skema utama, yakni pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat. Namun, jumlah pelaksanaannya tidak lagi sebanyak tahun sebelumnya.
“Tahun ini hanya dilaksanakan 12 pelatihan, terdiri dari 6 pelatihan berbasis kompetensi dan 6 lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah itu mengalami penurunan drastis. Pada tahun lalu, masing-masing kategori pelatihan digelar sebanyak 12 kegiatan, sehingga totalnya dua kali lipat dari tahun ini.
Menurut Jemmi, berkurangnya jumlah pelatihan tidak lepas dari menurunnya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tahun sebelumnya, anggaran yang diterima hampir mencapai Rp1,5 miliar, sementara tahun ini hanya berada di kisaran Rp500 juta lebih.
“Penurunan anggaran cukup drastis, sehingga kami harus melakukan penyesuaian, termasuk mengurangi jumlah pelatihan yang bisa dilaksanakan,” jelas Jemmi.
Namun, Disnaker Bangkalan memastikan kualitas pelatihan tetap menjadi prioritas. Program yang masih berjalan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat secara lebih efektif.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemkab juga diharapkan dapat mencari alternatif solusi agar program peningkatan kualitas tenaga kerja tetap berjalan optimal.
Lebih lanjut, Jemmi optimistis serapan tenaga kerja tetap bisa meningkat dan bahkan melampaui target yang telah ditentukan.
“Semoga meski anggarannya turun, target serapan pekerja bisa melampaui angka satu ribu,” pungkasnya. (fik/zul)





