KABAR MADURA | Sebanyak 831 calon jemaah haji (CJH) asal Bangkalan dipastikan akan diberangkatkan pada Mei 2026. Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, yang tidak berdampak pada jadwal keberangkatan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan Arif Rochman menegaskan, seluruh CJH tetap berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Pemberangkatan dibagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kloter 69 dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026 pukul 11.00 WIB, kemudian kloter 72 dan 73 menyusul pada 10 Mei 2026 masing-masing pukul 13.00 WIB dan 15.00 WIB,” jelasnya, Senin (13/4/2026).
Dia menambahkan, seluruh proses persiapan keberangkatan hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pemerintah juga terus memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Pada musim haji tahun ini, Bangkalan juga mendapatkan tambahan kuota cadangan sebanyak 17 orang. Kuota itu akan dioptimalkan untuk mengisi kekosongan pada kloter yang masih tersedia.
“Tambahan kuota ini bersifat cadangan. Nantinya akan ditempatkan pada kloter yang masih memiliki kursi kosong, sehingga tetap bisa diberangkatkan tahun ini,” terang Arif.
Dengan adanya tambahan kuota itu, diharapkan semakin banyak masyarakat Bangkalan yang dapat menunaikan ibadah haji tanpa harus menunggu lebih lama. Kemenhaj Bangkalan juga terus mengimbau para CJH untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara optimal menjelang keberangkatan.
Arif menyebut, titik keberangkatan berada di Masjid Agung Bangkalan dan meminta CJH untuk berkumpul lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. (fik/zul)





