KABAR MADURA | Anggaran khusus kebencanaan di Sumenep disediakan senilai Rp83 juta. Nominal tersebut akan dibelanjakan untuk kebutuhan masyarakat pada saat adanya bencana, seperti sembako, terpal, serta alat kesehatan, dan hal lain yang berkenaan dengan kebutuhan masyarakat saat bencana.
Kepala BPBD Sumenep Ach Laili Maulidi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Sumenep Akh. Taufik menjelaskan bahwa anggaran itu masih sementara. Jika tidak cukup, maka akan diajukan lagi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Anggaran tersebut ditarget pada bulan Mei ini sudah dapat dibelanjakan.
“Dana kebencanaan tidak dapat langsung diusulkan, tetapi menunggu laporan dari masyarakat, jika ada pengajuan, maka segera dilakukan pencairan, atau penyaluran barang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Taufik, Rabu (1/5/2024).
Taufik menambahkan, berdasarkan regulasinya, jika pemerintah provinsi tidak mampu memberikan bantuan, maka usulan dana bantuan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat melalui BNPB, dengan menyertakan rekomendasi gubernur.
“Kami butuh anggaran, agar semua masyarakat terdampak bencana, seperti angin puting beliung longsor dan lainnya,” paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menekankan bahwa dana kebencanaan perlu dimatangkan sejak awal. Apalagi saat ini sudah memasuki pancaroba, dan sebentar lagi akan musim kemarau.
“Biasanya ada banyak kekeringan. Maka, semacam tandon serta air perlu disiapkan,” kata politisi dengan sapaan Sami’ itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





