KABAR MADURA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang hingga kini belum menunaikan janji pemberian rewards kepada atlet berprestasi yang berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Kondisi tersebut memicu kekecewaan di kalangan atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah.
Sejumlah atlet mengaku hingga saat ini belum menerima rewards sebagaimana yang dijanjikan oleh KONI Sampang pasca ajang porprov. Padahal, janji tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi atlet yang telah membawa pulang medali untuk Kabupaten Sampang.
“Saya sebagai atlet, tentu berharap bonus prestasi bisa segera direalisasikan karena itu adalah bentuk apresiasi atas kerja keras dan pengorbanan kami,” kata Muhammad Javier Athallah Nugroho, atlet menembak peraih medali emas pada Porprov Jatim 2025, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, alasan minim anggaran dan janji pencairan tahun 2026 sampai saat ini belum disertai kepastian. Padahal, para atlet telah menjalankan kewajiban dan mengharumkan nama daerah.
“Kami berharap KONI Sampang segera memberikan kejelasan dan merealisasikan hak atlet,” harapnya.
Keterlambatan pencairan rewards ini dinilai berdampak pada motivasi atlet. Pasalnya, sebagian atlet telah mengeluarkan biaya pribadi selama masa persiapan dan pertandingan, mulai dari latihan mandiri hingga kebutuhan penunjang lainnya.
“Kami ingin menegaskan, bahwa bonus prestasi bukanlah permintaan, melainkan hak atlet atas prestasi yang telah kami raih dengan latihan, pengorbanan, dan biaya pribadi. Ketidakpastian yang terus berlarut sangat mempengaruhi motivasi dan kepercayaan atlet,” tegasnya.
Selain atlet, para pelatih juga mempertanyakan komitmen KONI Sampang dalam memberikan penghargaan yang layak. Mereka menilai apresiasi merupakan bagian penting dari pembinaan olahraga agar atlet tetap semangat meningkatkan prestasi di ajang berikutnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Sampang Abdul Wasik menyebut, pemberian reward kepada atlet yang berprestasi pada ajang porprov jatim 2025 akan diberikan tahun ini.
“Reward akan diberikan tahun ini,” ujarnya.
Namun Abdul Wasik belum memberikan keterangan lebih lanjut saat ditanya mengenai jumlah nominal reward kepada masing-masing atlet dikarenakan masih dalam proses pembahasan.
“Masih belum, pembahasan,” timpalnya.
Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan atlet. Sejumlah pihak mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait turut melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran hibah olahraga, agar hak atlet tidak terabaikan. (yan/waw)





