KABAR MADURA | Meskipun progres pembangunan yang masih terbatas, kini lima Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) percontohan di Kabupaten Sumenep dilaporkan telah menerima bantuan mobil operasional.
Kelima koperasi tersebut berada di Desa Sendang, Desa Sentol Daya, Desa Rombiya Timur, Desa Aeng Dake, dan Desa Beluk Raje. Bantuan kendaraan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas usaha dan distribusi koperasi di tingkat desa.
Atas kondisi itu, Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengingatkan agar bantuan tersebut tidak berhenti sebagai simbol semata. Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menegaskan bahwa koperasi harus mampu menunjukkan kinerja nyata dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai sudah dapat fasilitas, tapi tidak ada aktivitas ekonomi yang berjalan. Koperasi ini harus benar-benar produktif dan efektif,” ujarnya.
Dia menekankan, sejak awal pengurus koperasi perlu memiliki perencanaan bisnis yang jelas dan terukur. Tanpa arah usaha yang konkret, menurutnya, keberadaan KDMP berpotensi menjadi proyek tanpa “nyawa ekonomi”.
Masdawi juga mengingatkan agar operasional koperasi tidak menimbulkan persaingan tidak sehat dengan pelaku usaha kecil yang sudah lebih dulu eksis di masyarakat.
Sementara itu, capaian pembangunan fisik KDMP di Sumenep hingga kini masih tergolong minim. Dari ratusan titik yang direncanakan, baru lima gerai yang rampung 100 persen, yakni di antaranya Desa Sendang, Kecamatan Pragaan. Selebihnya masih dalam berbagai tahap pengerjaan, mulai dari fondasi hingga tahap lanjutan.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep, Hairil Iskandar, membenarkan kondisi tersebut. Dia menyebut, progres pembangunan di lapangan masih beragam dan belum merata.
Saat ini pemkab lebih berperan dalam monitoring, sementara pelaksanaan teknis pembangunan dan pengelolaan anggaran berada di bawah pihak pelaksana yang telah ditunjuk.
“Memang baru satu yang selesai sepenuhnya. Yang lain masih berproses dengan tingkat pembangunan berbeda,” katanya. (ara/waw)





