Barokah Mondok, Khairul Anam Juara Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional

News324 views

KABAR MADURA | “Antara usaha dan doa adalah ibarat kedua tangan yang tidak bisa dipisahkan, harus sama-sama membantu,” begitu kata Khairul Anam,  peraih juara II pidato bahasa Arab tingkat nasional.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Remaja kelahiran 30 Maret 2002 ini merupakan santri Pondok Pesantren (PP) Annuqayah Late Guluk-Guluk. Dia memenangkan lomba itu pada 9-11 November 2023 lalu. Lomba dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta.

“Jatuh-bangun, jatuh-bangun, dan jatuh – kemudian bangun lagi, usahakan kita tidak jatuh ke lubang yang sama,” katanya, Kamis (18/1/2024).

Sebelum mengikuti lomba itu, memang sudah langganan juara. Sebelumnya meraih juara III. Karena itu, tidak heran dia bisa bersaing dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Apalagi sudah terbiasa dengan pidato bahasa Arab.

“Percayalah berproses dengan baik untuk menghasilkan hasil yang baik,” ujarnya.

Anam mengakui, di balik kesuksesannya, juga ada orang lain pembina yang mendampingi. Sebelum mengikuti lomba,  dia dilatih setiap hari selama 7 hari berturut-turut, mulai dari bagaimana cara membaca hingga mengekspresikan di depan khalayak.

“Prestasi yang dicapai merupakan hasil bimbingan dari guru saya,” tuturnya.

Selain itu, dia selalu koreksi kesalahan yang pernah dilakukan. Kemudian menutupinya di hari esok dan berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari hari kemarin.

“Saya sisakan waktu 20 menit untuk terus belajar dan memang terbiasa untuk istikamah selama di pondok, mungkin ini juga barokah mondok,” bebernya.

Dia mengakui punya kekurangan dan kelebihan, tetapi dia pandai menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang ada.

“Saya terus lakukan yang terbaik hingga pelaksanaan lomba,” ucap dia.

Santri yang hingga saat ini mondok selama 10 tahun itu, mengaku membiasakan berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-harinya selama di pondok. Sehingga, pada saat ada lomba dapat lancar berbahasa Arab.

“Sebelumnya saya sudah ada prestasi, sebab, setiap perlombaan saya ikuti,” kata Khairul Anam itu.

“Jangan hiraukan perkataan buruk orang lain. Tetapi, terus belajar dan fokus pada apa yang dicita-citakan, alhamdulillah saya mendapatkan juara nasional, ini juga hasil dari dukungan orang lain,” kata santri  yang saat ini juga masih kuliah.

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *