KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Sentra pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kesehatan, hingga kini masih sepi peminat. Padahal, pembangunan yang menghabiskan anggaran miliaran itu dikhususkan untuk menampung PKL yang selama ini berjualan di area terlarang.
Namun, sejak diresmikan pada Januari lalu, sejumlah kios yang dibangun dengan anggaran Rp1,8 miliar di sentra PKL tersebut masih banyak yang kosong.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A. Rahim menilai, diperlukan pembinaan dan sosialisasi yang lebih intens mengenai keberadaan sentra tersebut.
“Bangunan itu menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, jangan sampai tidak ada peminatnya. Jadi harus pendekatan yang bagus, agar mendapatkan respon yang baik,” terangnya kepada Kabar Madura.
Rencananya akan dilakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas hal tersebut. Sebab menurutnya, dinas terkait harus memiliki ketegasan dalam menyikapi persoalan itu. Selain itu, juga diperlukan sinergi yang optimal antar OPD yang satu dengan lainnya dalam menertibkan PKL ke sentra yang sudah disediakan.
“Pemerintah memmbangunnya harus ada gagasan perencanaan yang matang,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin menyebut, dari 240 kios yang tersedia di sentra tersebut, hanya ada 40 hingga 50 yang berpenghuni. Sementara sisanya, masih kosong.
Tidak minatnya PKL dipindah ke sentra karena tempat berdagang yang semula dianggap lebih banyak pembeli. Secara umum, Muttaqin menjamin bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas penertiban para PKL tersebut.
“Selama ini, memang banyak yang sudah mau tapi keluar lagi. Kami tidak memaksa PKL yang tidak mau. Untuk penindakannya, bukan di kami,” jelas Muttaqin, Rabu (1/11/2023).
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Wawan A. Husna





