KABAR MADURA | Salah satu Direktur Executive Committee (Exco) Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur Hadiri, ternyata punya perjalanan hidup yang berliku. Karirnya dimulai dari bawah. Bahkan, pernah menjadi satpam dan sopir.
KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN
Sosok yang lahir di Pamekasan 60 tahun lalu itu memiliki cara tersendiri untuk bangkit dari lika-liku kehidupannya. Dia terus berikhtiar atas pencapaian yang diterimanya sampai saat ini, yakni dengan menerima takdir Sang Kuasa dan berikhtiar semaksimal mungkin atas peluang yang dihadapinya.
“Jadi saya tidak akan pernah tahu, bagaimana kehidupan saya kelak seperti apa. Makanya setelah banyak belajar dari perjalanan hidup, semuanya yang mengatur adalah Sang Maha Kuasa,” paparnya saat ditemui di kantor Pojur Pamekasan, Rabu (2/7/2025).
Pria asal Desa Panglegur Pamekasan itu sudah melewati pahit-manisnya kehidupan. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pamekasan, dia harus rela menelan pil pahit tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Pasalnya, ketika ikut tes di salah satu kampus di Surabaya, dia tidak lolos seleksi.
Kemudian, pria berkumis itu langsung banting setir ke dunia kerja. Yakni, dengan menjadi operator di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pamekasan, bertahan selama 4 tahun. Setelahnya, Hadiri memilih bekerja di tempat lain sebagai satpam di salah satu bank di Pamekasan.
Selang beberapa tahun kemudian, Bank di tempat dia bekerja sebagai satpam tutup dan dia diminta untuk pindah ke Malang. Namun tawaran itu tidak diikutinya, lantaran setelah dikalkulasi tidak memenuhi kebutuhannya dan lebih memilih berniaga membuka usaha.
Diakuinya, yang menginspirasi dirinya bisa kuat dan teguh dalam menjalani tantangan kehidupan selama puluhan tahun adalah pesan orang tuanya, yang menekankan harus peduli dan bermanfaat bagi sekitarnya, meski dalam posisi susah.
“Pesan bapak saya begini: Hadiri kamu seorang anak laki-laki, jangan pernah melihat kepintaran kamu, kegantengan kamu, dan kelebihan kamu, tapi yang pertama itu adalah menjunjung tinggi akhlak yang baik. Jangan pernah ketika berinteraksi merasa diatas orang lain,” ujarnya menirukan bahasa orang tuanya.
Ayah dari empat orang anak itu menegaskan, keberhasilan dari setiap orang tidak ada satu pun yang tahu. Posisinya saat ini sebagai Exco KUP Pojur tidak pernah terlintas di benaknya, tapi atas dasar ikhtiar dan terus bersyukur, berbagai hal yang merintangi bisa dihadapinya dengan penuh rasa sabar.
“Saya mencoba merumuskan yang terbaik menurut saya, ternyata menurut Tuhan itu salah,” terangnya.
Hadiri bercerita bahwa pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa (Kades) untuk bisa memberikan manfaat yang cukup besar kepada masyarakat, tapi kenyataannya gagal terpilih. Tapi tahapan itu dia jalani sebagaimana mestinya manusia pada umumnya.
Tak cukup itu, Hadiri juga pernah nyalon sebagai anggota DPRD Pamekasan tapi juga gagal, singkat cerita dia bertemu dengan Prof. Achsanul Qosasi yang saat itu menjadi anggota DPR RI.
Dari pertemuan itulah karirnya di Pojur diawali dengan menjadi marketing di sepak bola yang dilanjutkan dengan membuka bisnis di Liquefied Petroleum Gas (LPG). Itu terjadi pasca Prof AQ tidak terpilih kembali sebagai anggota DPR RI. (nam)





