Bermula dari Pemasang Banner Pertandingan, Kini Ferdiansyah Alifurrahman Jadi MO Madura United 

Harmoni471 views

KABAR MADURA | Tak ada kesuksesan yang instans. Setiap keberhasilan memilih jalannya tersendiri untuk berada di puncak. Kalimat ini tampaknya pantas disematkan kepada Ferdiansyah Alifurrahman, seorang pemuda yang kini mengemban amanah sebagai Media Offiser (MO) Madura United. 

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN 

Ferdi mengawali karirnya di sebagai pemasang banner di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan. 

Pada 2016 lalu, ketika Madura United baru berhome base di Pulau Garam, dia ditawari pekerjaan pasang banner oleh Hendra, sepupunya yang kini jadi Asisten Manajer Madura United.

Banner yang dipasangnya ialah berupa larangan apa saja yang dibawa ke stadion, banner tulisan pintu masuk, dan lainnya. Tugas lainnya ialah menata kursi media foto di belakang gawang. Termasuk kursi ball boy sampai pada akhirnya diberi tugas menjaga loket media registrasi. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pada 2017, petugas editing video Madura United yang mengundurkan diri. MO Madura United Tabri  S. Munir kala itu, menawarinya untuk berperan di editing video. Kebetulan dia pernah mengasah skill editing video sewaktu masih di SMA, sehingga langsung menyanggupi tawaran tersebut. 

Tugas baru tersebut dilakukannya saat latihan dan pertandingan Madura United di Pamekasan saja, sebab Ferdi masih menempuh pendikan S1 di UIN Madura. 

“Saya menjadi asisten MO di bagian pengambilan video dan video editing bersama rekan saya bernama Taufiq Hidayat (jurnalis K-TV, red) yang sebelumnya sudah bekerja lebih awal di situ,” paparnya.

Baca Juga:  Aeng Mata Madhura

Karena Ferdi kala itu belum punya laptop, akhirnya dia memaksimalkan edit video pakai Hanphone seadanya.

Suami dari Penyiar Radio Karimata FM Anisatus Zahro itu memiliki impian untuk tidak hanya bertugas di Madura saja, hingga akhirnya bisa terwujud pada 2018 bertugas di  pertandingan away Madura United ke Semarang, sebab salah satu tim media tidak bisa berangkat. 

“Saya ditugaskan sebagai bagian dari tim media yang mendampingi Madura United. Kebetulan away ke Semarang naik pesawat, dan pulang dari Semarang naik kereta. Itu menjadikan pengalaman pertama saya naik pesawat dan naik kereta. Dari itu satu mimpi terkabulkan, bisa ditugas away, tahu rasanya naik pesawat dan kereta untuk pertama kalinya,” ungkapnya sambil tertawa. 

Diakuinya, pada 2020 dia mempunyai pengalaman agak pahit, sebab Liga 1 diberhentikan sebagai dampak dari menyebarnya Covid-19, dia pun ikut terdampak yang akhirnya ditugaskan bergabung dengan K-TV di bagian media publikasi. Kemudian pada 2021 Liga kembali bergulir hanya saja sistem buble, dan MO Madura United sudah berganti ke Hendra.

“Pada 2022 awal itu saya diangkat menjadi MO Madura United FC hingga saat ini,” kenangnya. 

Pemuda asal Desa Larangan Tokol, Tlanakan Pamekasan itu banyak mendapatkan pengalaman baru saat menjadi MO Madura United. Bahkan, belum pernah dibayangkan sebelumnya. Salah satunya ketika Madura United berlaga di Asia, dia bisa mengunjungi berbagai negara seperti Mongolia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Kamboja.

Baca Juga:  Kemenangan Madura United atas Bali United Dipersembahkan untuk Suporter

“Harapannya saya bisa tetap menjadi orang POJUR dan semoga terus bisa bersama keluarga besar Madura United. Saya ingin merasakan klub yang juara Liga, dan bisa memberitahu kepada masyarakat luar bahwa Madura juga bisa berprestasi dalam sepak bola,” terangnya.

Ayah satu anak ini berbagi kunci sukses, yakni dengan mengerjakan apa pun dengan ikhlas dan menjadikan pekerjaan tersebut sebagai hiburan atau hobi. Agar pekerjaan tak menjadi beban. 

Di samping itu, Ferdi memiliki istilah “ketika sudah basah, sekalian nyebur.” Muaranya, Ferdi menganggap Madura United bukan suatu pekerjaan, tapi sudah menjadi keluarga kedua. Karena setiap hari bertemu dengan pemain, official yang lain, saling backup walaupun bukan tugasnya.

 “Di bola juga tidak ada masanya, walaupun terkadang satu sama lain sudah tak bersama lagi, entah itu officialnya ataupun pemainnya. Kami masih bisa bertemu kembali walaupun dengan tim yang berbeda. Dari situ saya merasa saling memiliki. Yang pasti, Madura United sudah berbuat banyak dan sangat berkesan dalam kehidupan saya,” imbuhnya. (nam)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *