KABAR MADURA | Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan menargetkan peningkatan signifikan produksi ikan lele pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tingginya kebutuhan pasar terhadap komoditas ikan air tawar tersebut.
Kebutuhan ikan lele di wilayah Bangkalan diprediksi mencapai kisaran 30 ton per hari. Namun, sebagian besar kebutuhan itu masih dipasok oleh pemasok dari luar daerah. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pembudidaya lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan Ahmad Hidayat Kurniawan menegaskan, potensi pasar lele di Bangkalan sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Potensinya besar dan kesempatan besar ini juga harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, peningkatan permintaan lele tidak hanya datang dari pasar tradisional dan rumah makan, tetapi juga dari kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini sudah berjalan. Kehadiran MBG dinilai membuka peluang pasar baru yang cukup menjanjikan bagi pembudidaya lokal.
“Apalagi dengan adanya Dapur MBG, hal ini harus terus dimanfaatkan,” imbuhnya.
Untuk menjawab tantangan itu, pihaknya tidak hanya menargetkan peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu melalui pelatihan kepada pembudidaya lele, khususnya yang masih pemula, agar mampu meningkatkan kualitas dan hasil panen.
“Masyarakat cukup antusias, hal ini sangat bagus untuk meningkatkan hasil produksi, kami juga akan beri pendampingan bersama tim pendamping,” tukasnya. (km95/zul)





