BPBD Pamekasan Ungkap Program Destana Belum Mampu Mencakup Semua Desa Rawan Bencana

News136 views

KABAR MADURA | Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Pamekasan akhirnya mendapatkan titik terang dari provinsi, setelah sebelumnya dilakukan pengajuan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Kesiapsiagaan dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan H. Zainal Mistuki mengatakan, tahun ini ada dua desa yang terprogramkan dalam Destana, yakni Kelurahan Barurambat Kota dan Desa Padelegan.

“Yang diajukan memang dua. Alhamdulillah terkaver semua. Kalau di kabupaten lain ada yang dapat satu,” paparnya kepada Kabar Madura (5/5/2024).

Mistuki membeberkan, tidak sedikit desa rawan bencana terkaver dalam program Destana. Hal itu disebabkan kemampuan pemkab dalam merealisasikan program tersebut secara mandiri tidak mampu. Sehingga, hanya bisa mengandalkan program dari provinsi yang kuotanya tidak menentu.

Dia menyebut, tahun ini hanya sekitar sebelas kabupaten yang tercakup program Destana dari provinsi. Kuota setiap provinsi pun berbeda. Mistuki juga tidak menampik bahwa sebagian besar kegiatan-kegiatan mengenai kebencanaan bersumber dari provinsi, seperti kegiatan pelatihan, bantuan, ataupun kegiatan kebencanaan lainnya.

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Pamekasan, 7 Kecamatan Terdampak

“Kayak bantuan kebencanaan, ada yang memang murni dari kabupaten, tapi semampunya kita juga,” paparnya.

Mistuki memaparkan, Destana yang sudah terbentuk itu, nantinya akan dilakukan pelatihan mengenai kebencanaan, mulai dari resiko potensi bencana, penanggulangan bencana, dan materi-materi yang mencakup kebencanaan lainnya. Pelatihan akan berlangsung hingga tujuh hari pada pertengahan bulan Mei dengan menghadirkan beberapa narasumber, baik dari daerah ataupun dari provinsi. Harapannya, masing-masing desa bisa melakukan penanggulangan bencana sejak dini. Sehingga, dampaknya tidak terlalu signifikan.

“Dari Destana yang sudah terbentuk sebelumnya, cukup berdampak. Ketika ada bencana atau tanda-tanda mereka sudah tahu langkah pertama penanganannya. Tidak hanya bergantung kepada petugas,” tanbahnya.

Dia berharap, pihaknya bisa kembali mendapatkan jatah program Destana dari provinsi untuk tahun depan. Pasalnya, masih cukup banyak desa atau kelurahan di Pamekasan yang rawan bencana tapi tidak terkaver dalam Destana.

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

“Seperti Desa Blumbungan, Desa Toronan. Ada juga daerah yang rawan longsor seperti di Kadur dan Pakong, wilayah itu masih belum terkaver Destana. Semoga tahun depan dapat lagi, minimalnya dua seperti sekarang,” ungkapnya.

DESA DI PAMEKASAN YANG TERKAVER PROGRAM DESTANA

Tahun 2017

  1. Desa Jalmak
  2. Desa Laden
  3. Kelurahan Parteker
  4. Kelurahan Jungcangcang

Tahun 2018

  1. Desa Sumedangan
  2. Desa Lemper
  3. Kelurahan Barurambat Timur
  4. Kelurahan Kangenan
  5. Kelurahan Patemon
  6. Kelurahan Gladak Anyar

Tahun 2020

  1. Desa Tebul Barat

Tahun 2021

  1. Kelurahan Bugih

Tahun 2022

  1. Desa Nyalabuh Laok

Tahun 2023

  1. Desa Tanjung

Tahun 2024

  1. Keluarahan Barurambat Kota
  2. Desa Padellagan

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *