KABAR MADURA | Memasuki bulan Ramadan, kebiasaan masyarakat mengalami perubahan. Mulai dari jadwal makan hingga meningkatnya aktivitas berburu takjil di berbagai tempat. Namun di balik suasana Ramadan yang penuh berkah, terdapat fakta lain dari pola hidup yang menjadi lebih konsumtif dibanding hari-hari biasa. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya volume sampah selama bulan Ramadan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Kuspriyanto mengatakan, volume sampah harian di Bangkalan saat ini mencapai sekitar 417 ton per hari.
Selama bulan Ramadan, menurutnya, terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan hingga mencapai sekitar 82,5 ton tambahan setiap harinya.
“Ada perubahan volume sampah secara drastis setelah masuk bulan Ramadan, dan jumlah terbilang tinggi,” tegasnya, Kamis (5/3/2026).
Kuspriyanto menjelaskan, sebagian besar sampah ity berasal dari aktivitas bazar makanan di kawasan perkotaan, serta dari sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, Depo Mlajah, RDU, dan TPST.
Selain dihadapkan pada lonjakan volume sampah, DLH Bangkalan juga masih mengandalkan metode pengolahan secara manual. Kuspriyanto menyebut, proses pemilahan sampah masih banyak dilakukan oleh pemulung yang mengambil jenis sampah tertentu yang masih memiliki nilai jual.
“Sementara ini, kami dalam melakukan pengelolaan sampah masih bersifat manual, khususnya dilakukan oleh pemulung untuk diambil beberapa jenis sampah yang ada,” ungkapnya. (km95/zul)





