KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, dirinya lebih mementingkan masyarakat dibandingkan untuk kebutuhan pribadi. Terbukti, pemimpin dua periode itu memilih tidak meng-upgrade mobil dinas (mobdin).
Kebijakan tersebut diambil Bupati Fauzi di tengah kebijakan pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran.
Terhadap kondisi tersebut, Pemkab Sumenep mengambil keputusan untuk tidak melakukan pengadaan mobdin baru demi anggaran yang tetap berjalan untuk kebutuhan masyarakat Sumenep.
Sebagaimana disampaikan Bupati Fauzi, anggaran tetap akan difokuskan untuk kemaslahatan masyarakat, lebih-lebih untuk kepentingan berupa program di bidang kesehatan, infrastruktur, maupun pendidikan.
Disampaikan, bahwa mobdin yang saat ini dipakai bersama wakilnya, masih layak dipakai sehingga berangkat dari itu pula, pihaknya tidak akan melakukan pengadaan kendaraan baru.
“Saya rasa mobil dinas yang sekarang masih layak untuk digunakan operasional. Sehingga menurut kami, tidak ada alasan untuk membeli yang baru,” jelasnya.
Ditegaskan politisi PDI Perjuangan itu, pihaknya lebih berpikir untuk kepentingan masyarakat dibandingkan memikirkan mobdin. Apalagi, lanjutnya, lebih baik anggarannya dialihkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat terhadap warga Sumenep.
Jika melakukan pengadaan mobdin baru, nilai anggarannya tidak sedikit, karena akan mencapai ratusan juta.
“Makanya, kami putuskan lebih baik dialihkan untuk program yang menyentuh langsung terhadap kepentingan masyarakat. Itu yang kami pikirkan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Umum Setdakab Sumenep Suharjono menyampaikan, jika tahun ini tidak ada pengadaan mobdin baru.
Bahkan, lanjutnya, selama masa dua periode ini, hanya dua kali melakukan pengadaan mobdin khusus untuk bupati, yakni Ionic warna hitam Hyundai.
“Kondisi ini yang yang harus diketahui masyarakat. Tidak ada pengadaan mobdin baru meski baru di masa periode kepemimpinan Bupati dan Wabup Sumenep,” katanya. (ara/ong)





