Capaian Sulingjar Hampir Seratus Persen, Disdikbud Pamekasan Intens Dampingi

News131 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan berhasil mendorong partisipasi para guru dan kepala sekolah (kasek) dalam menopang capaian survei lingkungan belajar (Sulingjar) 2023. Capaian partisipasinya hampir 90 persen dari total 985 jenjang pendidikan usia dini (PAUD).

Jumlah itu lebih tinggi dari target nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud, Ristek) RI.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fatimatus Zahrah menyampaikan, capaian terhadap Sulingjar dampak dari pembinaan dan pendampingan selama kepada masing-masing kecamatan, supaya bisa diketahui ukuran kualitas pembelajaran dan iklim satuan yang menunjang pembelajaran pada satuan PAUD.

Baca Juga:  Menuju SPMB 2026/2027, Disdikbud Pamekasan Minta Sekolah Matangkan Persiapan

“Jadi tingkat partisipasi dari setiap guru dan kasek sangat diharapkan pada proses Sulingjar berlangsung, semakin banyak guru-gurunya mengisi ratusan pertanyaan, maka semakin bagus untuk pemetaan pengelolaan pendidikan di satuan PAUD,” paparnya, Selasa (4/12/2023).

Dijelaskannya, sosialisasi dan pendampingan tentang Sulingjar sudah dilakukannya secara berkelanjutan. Semenjak 2023, setiap satuan PAUD dari Kemendikbud Ristek diharuskan berpartisipasi, karena akan menjadi ukuran dalam menentukan berbagai arah kebijakan dalam meningkatkan kualitas sekolah.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Jadi kami langsung melakukan pendampingan ke setiap kecamatan,” urainya.

Baca Juga:  Hardiknas 2026, Bupati Pamekasan Targetkan Kembali Raih Predikat Kabupaten Pendidikan

Diakuinya, hasil Sulingjar itu akan dasar menjadi dasar perencanaan berbasis data (PBD), sehingga satuan PAUD dalam menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang kemudian akan terprogram pada aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah (arkas) bagi program peningkatan yang membutuhkan anggaran, sehingga muaranya bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa lebih maksimal.

“Jadi perencanaan berbasis data itu akan keluar identifikasinya seperti apa, kemudian refleksinya seperti apa, baru nanti dibenahi,” terangnya

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *