KABARMADURA.ID | Moh. Ferdyan Fatahillah patut menjadi teladan bagi santri yang lain. Baru-baru ini, dia berhasil mendapatkan juara III Lomba Baca Berita Bahasa Arab Tingkat Nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Dia terbilang santri yang istikamah dalam belajar.
IMAM MAHDI, SUMENEP
Santri Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk ini mengatakan bahwa dirinya bisa berprestasi berkat mondok selama tujuh tahun. Selama ini, dia konsisten terus belajar. Sehingga, Ferdy menyebut, prestasinya tidak mudah diraih, penuh dengan kerja keras dan ketekunan. Selain itu, dia menegaskan bahwa prestasinya juga tidak lepas dari keikhlasan para gurunya dalam membimbing.
Pria berumur 19 tahun itu bercerita, dirinya rutin menjalankan latihan, termasuk membaca berita menggunakan bahasa Arab. Bahkan, setiap menghadapi kompetisi, sebulan sebelumnya, Ferdy melakukan persiapan yang intens.
“Prestasi ini berkat usaha, latihan, kemudian restu dan doa kedua orang tua, para guru dan masyayikh pesantren,” katanya, Kamis (21/12/2023).
Kecintaan Ferdy terhadap bahasa Arab, bermula sejak pertama kali masuk pondok. Dari situ, dia mulai suka mendalami dan membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Arab. Menurutnya, kebiasaan itu bisa menjadi kunci kesuksesan di kemudian hari.
“Apalagi belajar bahasa arab itu butuh kebiasaan,” tambahnya.
Pada saat kompetisi Baca Berita Bahasa Arab di UIN Bandung, akhir bulan lalu, Ferdy bersaing ketat dengan ratusan peserta yang berasal dari kampus ternama di Indonesia. Dia sangat bersyukur bisa menyisihkan mereka dan masuk tiga besar.
“Pokoknya, semua butuh usaha keras. Kebiasaan saya, selalu minta masukan pada teman-teman dan para guru, sehingga kekurangan saya diketahui dan setelah itu diperbaiki,” tegas Ferdy saat ditanya tips sukses menjadi juara.
Kemudian, Ferdy menyampaikan perjalanannya hingga meraih juara di UIN Bandung. Dia sempat tidak yakin bisa membawa pulang trofi. Sebab, di babak final, ada enam peserta yang bersaing, salah satunya perwakilan dari Jakarta dengan penampilan yang meyakinkan dan menguasai materi yang baik.
“Tapi, alhamdulillah bisa mengatasi. Semoga prestasi ini dapat membangkitkan dan menginspirasi santri yang lain. Intinya, buanglah rasa takut yang ada pada diri, dan jangan mudah menyerah diterjang arus. Kesuksesan pasti butuh proses yang panjang,” tukas dia.
Redaktur: Sule Sulaiman





