KABAR MADURA | Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dituntut untuk terus berinovasi dan penuh ketelitian dalam menyusun program pembangunan daerah.
Oleh karenanya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan bagi kepala OPD dan ASN di Sumenep tidak lagi menyusun program dengan cara copy paste (copas) atau menyalin kegiatan di tahun sebelumnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 tanpa melalui evaluasi mendalam.
Pasalnya, praktik tersebut berpotensi menghambat kemajuan pembangunan, sebab tidak mempertimbangkan dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berubah setiap waktu.
“Kami tegaskan setiap tahapan perencanaan harus berbasis data, hasil evaluasi, serta kondisi riil yang berkembang di lapangan. Program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah,” ujar Bupati Sumenep, Sabtu (27/12/2025).
Menurutnya, pendekatan copy paste dalam penyusunan perencanaan sangat berisiko membuat pembangunan stagnan bahkan tidak tepat sasaran.
Oleh sebab itu, dia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan analisis problematika, potensi sektor unggulan, serta memastikan setiap kegiatan yang diajukan berkontribusi nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Jangan ada program hanya menyalin atau meniru tahun sebelumnya. Setiap OPD harus mampu melahirkan program yang inovatif, solutif, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Bupati Fauzi juga menekankan bahwa arah pembangunan daerah harus berada dalam satu garis komando yang berpijak pada visi dan misi bupati-wakil bupati, terutama dalam upaya percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Perencanaan program tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mengedepankan hasil nyata dan dampak yang terukur,” jelasnya.
Dia mengharapkan program yang disusun setiap OPD dapat menjawab tantangan pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, pemerataan akses layanan dasar, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah seperti pariwisata dan UMKM.
Agar pembangunan semakin efektif, Bupati Fauzi meminta adanya koordinasi lintas sektor antar-OPD. Perencanaan yang tidak matang, menurut dia, sering kali memunculkan kegiatan yang tumpang tindih dan tidak saling melengkapi antar bagian pemerintah daerah.
“Koordinasi harus diperkuat. Setiap program harus terintegrasi, sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Fauzi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia ASN sebagai kunci terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
“Seluruh ASN harus meningkatkan kapasitas. Harapannya, perencanaan bisa disusun berbasis kinerja, serta berorientasi pada hasil pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan penegasan ini, Pemkab Sumenep berkomitmen terus memperbaiki sistem perencanaan dan penganggaran agar setiap rupiah APBD memberikan manfaat optimal bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (ara/ong)





