Dana Korupsi BSPS Rp425 Juta Diduga Mengalir ke Pejabat Disperkimhub Sumenep

Headline, Berita, Hukum292 views

KABAR MADURA | Dana ratusan juta dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS 2024 diduga mengalir ke oknum pejabat di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep.

Hal itu disampaikan oleh Fauzi As, orang yang dipercaya Koordinator Kabupaten (Korkab) BSPS 2024 Sumenep Rizky Pratama untuk menyimpan data dan bukti-bukti penyelewengan program BSPS tersebut di tahun 2024. 

“Awalnya Kiki (sapaan Rizky Pratama, red) tidak terbuka, tapi dia menghubungi saya dan menceritakan secara detail terkait dengan dana-dana yang diselewengkan dan masuk ke siapa saja,” kata dia.

Bahkan, Fauzi As menyebut dana tersebut di antaranya mengalir ke Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Lisal Noer Anbiyah.

Baca Juga:  Pelabuhan Kalianget Belum Beroperasi Meski Habiskan Anggaran Hampir Rp4 Miliar

Dari keterangan Fauzi As, pejabat Pemkab Sumenep itu meminta langsung Rp100 ribu per rumah ke Rizky Pratama selaku korkab BSPS. Jika dikalkulasi sekitar Rp500 juta lebih. Tetapi tidak dikabulkan semuanya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kiki hanya memberikan Rp425 juta dengan tiga kali transaksi, di antaranya di kedai HK dan kafe dekat dinas perizinan,” imbuhnya.

Kepala Disperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi meminta menghubungi yang bersangkutan, dia mengaku tidak mengetahui terkait persoalan tersebut.

Baca Juga:  Pelabuhan Kalianget Belum Beroperasi Meski Habiskan Anggaran Hampir Rp4 Miliar

“Konfirmasi ke yang disebut menerima saja nggih,” ujarnya singkat.

Lantaran namanya disebut, Kabar Madura mencoba mengkofirmasi Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Disperkimhub Sumenep Lisal Noer Anbiyah. Tetapi dia membantah atas tuduhan tersebut.

“Tidak benar,” kata dia singkat.

Ketika ditanya langkah yang akan diambil untuk membersihkan namanya atas sebutan menerima uang haram itu, Lisal masih Belum menentukan langkah konkretnya.

“Masih mau dikonsultasikan,” imbuhnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *