KABAR MADURA | Menjadi ibu rumah tangga tidak membuat seorang perempuan asal Desa Samatan, Kecamatan Proppo, hanya berdiam diri. Justru, perempuan yang bernama Putri Icha Meilany itu juga ikut andil besar meningkatkan perekonomian keluarganya. Dia membuka usaha makanan home made yang menarik banyak minat pelanggan.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Terlahir sebagai perempuan, tidak membuat ia harus berdiam diri di dalam rumah. Ibu dua anak itu memanfaatkan hobinya yang suka memasak menjadi ladang pencaharian. Sebab, menurutnya, sumber rezeki bisa didapatkan di mana saja dan dari mana saja, asal ada kemauan dan tekad bulat. Prinsip itulah yang membuat ia aktif meski berperan sebagai ibu rumah tangga.
Bagi Meilan, tidak mudah memang untuk membagi waktu, antara usahanya yang dibangun dengan prioritas keluarga. Namun, hal itu ia jalani dengan manajemen waktu yang cukup efektif.
Kata Meilan, berprofesi apapun perempuan, tidak boleh melupakan perannya sebagai orang tua untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, sebelum memfokuskan pikirannya ke usaha makanannya, ia memastikan kebutuhan anak dan keluarganya terpenuhi terlebih dahulu. Seperti mengontrol PR sekolah anak, hingga memenuhi kewajibannya kepada suami.
“Beruntung suami tidak mengekang terhadap apa yang saya lakukan. Justru dia sangat mendukung, selama tidak mengurangi perhatian ke anak,” ungkapnya, Kamis (15/8/2024).
Meilan menuturkan, usaha yang dibangun sejak 2022 itu kini sudah memiliki banyak pelanggan. Hal itu tidak pernah lepas dari promosi yang dilakukannya, yakni melalui media sosial. Meski home made, setiap makanan yang dibuatnya memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga, mampu menarik minat pelanggan.
Namun, dia tidak memungkiri bahwa dalam perjalanan usahanya tidak mulus. Pernah tidak menutup modal, pernah tidak laku, dan kerugian-kerugian lainnya. Akan tetapi, dirinya tetap memilih inten berwirausaha. Sebab menurut wanita kelahiran 1992 itu, perempuan harus berdaya dengan sendirinya melalui acara apapun.
“Kadang menerima pesanan juga. Sehari kadang dapat Rp500 ribu. Awalnya karena jenuh di rumah, gak tahu mau ngapain, jadi coba-coba buat usaha makanan, ternyata banyak yang suka,” tukasnya.
Redaktur: Sule Sulaiman





