Kiai Kholil Melenggang Perdana, Penuhi Syarat Maju Pilkada Pamekasan

Pilkada, Headline761 views

KABAR MADURA | KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto sebagai pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Pamekasan pertama yang memenuhi syarat mendaftar sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan 2024.

Kepastian itu pasca dikeluarkannya surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat untuk pasangan ini. Persyaratan melenggang jadi calon sudah memenuhi, karena sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari Partai Gelora yang memiliki 2 kursi di DPRD Pamekasan.

Dengan tambahan 7 kursi DPRD Pamekasan yang dimiliki Partai Demokrat hasil pileg lalu, sudah 9 kursi DPRD Pamekasan yang dikantongi KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto sebagai syarat minimal dukungan 20 persen dari 45 kursi DPRD Pamekasan.

Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan Ismail menyampaikan, rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Pemberian rekomendasi kepada pasangan tersebut juga sudah berdasarkan hasil penilaian dari DPP Partai Demokrat.

Baca Juga:  WFH ASN Resmi Berlaku di Pamekasan, Legislatif Ingatkan Tanggung Jawab Kerja

“Yang pasti banyak pertimbangan yang diberikan oleh DPP, termasuk selama ini arus bawah, kader, dan simpatisan, banyak yang menyampaikan kepada kami tentang keinginan mendukung KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto,” urai Ismail, Kamis (15/8/2024).

Pasca diberikannya rekomendasi tersebut, Ismail menyatakan perlu aksi yang lebih dari pasangan tersebut untuk bisa merebut hati rakyat, supaya bisa menang dalam perhelatan Pilkada Pamekasan 2024.

“Tentu segera bergerak ke akar rumput, kepada semua tokoh untuk melakukan silaturahmi dan pendekatan menuju 27 November 2024,” ungkapnya.

Terpisah, KH. Kholilurrahman menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan Partai Demokrat kepadanya untuk menjadi peserta Pilkada Pamekasan 2024, karena selama ini sudah ada isu kalau dirinya tidak akan mendapatkan kendaraan untuk maju di Pilkada Pamekasan 2024.

Baca Juga:  Mediasi Gagal, Yayasan Kunci Ilmu Bersikeras Pertahankan Aset SMK Kesehatan Nusantara

“Saya tidak pernah mendengarkan kata orang, biar orang ngomong apa aja, yang penting saya jalan, sehingga tidak memperkeruh suasana, saya tidak ingin Pamekasan itu korat-karit, sehingga terjadi ketegangan sana sini, makanya saya diam saja, yang penting saya berusaha dan sekarang sudah saya bisa buktikan bahwa semua itu tidak benar,” ujarnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *