Dianggarkan Rp280 juta, DLH Pamekasan: Sarpras Persampahan belum Memadai 

News91 views

KABAR MADURA | Anggaran Rp280 juta lebih yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya mampu mengadakan tiga jenis sarana dan prasarana persampahan.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Persampahan DLH Pamekasan Moch. Sjafii mengatakan, pengadaan tahun ini lebih besar dibandingkan 2024, rinciannya dari 16 troli sampah di tahun sebelumnya menjadi 44 troli, dari dua kontainer menjadi tiga, serta ada penambahan dua unit kendaraan roda tiga yang sebelumnya tidak dianggarkan.

Nantinya, kontainer, kendaraan roda tiga dan troli itu akan didistribusikan ke beberapa tempat pembuangan sampah (TPS). Sehingga, petugas TPS bisa mengelola dan melakukan perawatan terhadap fasilitas pemerintah yang telah diberikan.

Baca Juga:  Tambang Tidak Berizin Diminta Sedia Rp350 Juta untuk Urus UKL-UPL

“Memang, setiap tahun kita rutin melakukan pengadaan sarpras baru. Karena sejauh ini, kita memang kekurangan sarana itu,” kata pria yang akrab disapa Mamad, Rabu (19/3/2025).

Meskipun telah dianggarkan, pihaknya mengaku bahwa jumlah tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan persampahan di wilayahnya. Sedangkan untuk melakukan pengadaan baru harus berdasarkan pada prioritas yang dibutuhkan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Mamad menyebutkan, kontainer sampah yang saat ini masih ada sekitar 16 kontainer, jumlah tersebut masih tergolong rendah untuk memenuhi sekitar 21 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayahnya. Sehingga, perlu pengadaan kontainer baru untuk mempermudah pengerjaan persampahan.

Baca Juga:  Masuk 45 Nominasi Nasional, Pamekasan Bidik 30 Besar Proyek Persampahan

“Belum tahu kapan akan turun, sedangkan kekurangan kita masih banyak. Semoga meskipun ada pemangkasan, kita tetap bisa menambah,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi, DLH Pamekasan telah menerapkan sistem rotasi penggunaan kontainer antar TPS3R secara berkala. Selain itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, seperti edukasi, pengelolaan sampah, sosialisasi, dan bekerjasama dengan pemerintah desa serta kelurahan.

Dia berharap, masyarakat dapat memahami kondisi pemerintah serta menjaga kebersihan lingkungan dengan bekerjasama dengan TPS3R setempat. “Masih banyak yang kurang, seperti truk dan lainnya. Namun, kita dipaksa untuk memaksimalkannya,”pungkasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *