KABAR MADURA | Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) batch 3 resmi ditutup, Sabtu lalu (12/7/2025). Diklat yang mengarah pada pendidikan dasar militer dan pelatihan manajerial itu berlangsung selama tiga bulan. Ada kesan tersendiri bagi peserta SPPI yang mengikuti pendidikan tersebut.
Salah seorang peserta SPPI batch 3, Mahrus Soleh, mengatakan, dalam diklat tersebut dirinya mendapat berbagai macam afirmasi positif, mulai dari manajemen waktu, kedisiplinan, dan lainnya. Tidak hanya itu, karakter kepemimpinan juga dibentuk dalam diklat tersebut.
“Tentu ada kagetnya, karena selama diklat semuanya diatur, mulai dari makan, tidur hingga mau tidur lagi. Tapi semua prosesnya berjalan dengan baik,” jelasnya, Senin (14/7/2025).
Pria asal Ketapang, Sampang itu menilai, adanya pendidikan SPPI bisa membantu dalam peningkatan program makan bergizi gratis (MBG) yang dirancang oleh presiden. Pasalnya, dalam diklat tersebut juga diajarkan mengenai teori pemenuhan gizi. Nantinya, para peserta SPPI diproyeksikan menjadi kepala dapur MBG.
Berdasarkan informasi yang beredar, peserta SPPI yang perempuan nantinya akan ditempatkan sesuai dengan domisilinya masing-masing, sementara untuk laki-laki sesuai dengan keputusan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Mahrus menyebut, sejauh ini masih belum ada pengumuman resmi terkait penempatan wilayah tugas. Namun yang pasti, setiap peserta, baik perempuan maupun laki-laki, telah berkomitmen siap ditempatkan di mana saja, meski di luar domisili.
“Dari awal masing-masing dari kita sudah berkomitmen untuk siap ditempatkan di mana saja, dan kami masih ada proses magang untuk kemudian menjadi kepala dapur MBG,” terangnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





