Dinkes Bangkalan Bagikan Tips Berbuka dan Sahur Sehat selama Ramadan

KABAR MADURA | Memasuki bulan Ramadan, umat Islam mau tidak mau harus menyesuaikan pola makan. Jika biasanya makan dilakukan pagi, siang, dan malam hari, selama Ramadan waktu makan hanya saat berbuka dan sahur.

Ketika azan maghrib berkumandang, keinginan untuk menyantap berbagai hidangan kerap tidak terbendung. Apalagi setelah seharian menahan lapar dan haus di tengah cuaca yang tidak menentu serta aktivitas pekerjaan yang padat. Namun, menjaga asupan saat berbuka tetap menjadi hal yang penting agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Yulia Kartika mengingatkan pentingnya memilah dan memilih makanan saat berbuka puasa.

“Saat bulan puasa biasanya kita ingin memakan semua, tapi penting sekali untuk berbuka dengan yang sehat,” jelasnya, Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Wujudkan Amanah Wakil Presiden RI, Ketua Majelis Tangga Seribu Salurkan Santunan untuk Anak Yatim-Duafa

Dia pun memaparkan beberapa tips sederhana agar berbuka puasa tetap sehat dan tidak berdampak buruk bagi tubuh.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pertama, awali berbuka dengan minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa. Langkah ini penting untuk mencegah dehidrasi dan membantu tubuh beradaptasi kembali menerima asupan.

“Kedua, dapat dilanjutkan dengan mengonsumsi takjil manis untuk memulihkan energi yang terkuras. Namun, bagi penderita diabetes atau yang memiliki riwayat kencing manis, takjil bisa diganti dengan buah-buahan yang mengandung gula alami agar lebih aman bagi kesehatan,” ungkapnya.

Lalu yang ketiga, kata Yulia, hindari makanan berminyak. Selain kurang baik jika dikonsumsi berlebihan, makanan seperti gorengan, santan, dan hidangan berminyak lainnya juga dapat mengganggu tenggorokan serta memicu iritasi lambung.

Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Keempat, batasi makanan pedas untuk menghindari terjadinya iritasi lambung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan.

“Tips itu barangkali bermanfaat , terutama bagi yang seringkali menderita iritasi lambung maupun tidak,” imbuhnya.

Tidak hanya saat berbuka, dia juga menekankan pentingnya memperhatikan asupan saat sahur. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya tinggi protein dan serat agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.

“Protein dan serat itu bagus untuk sahur dan mudah untuk didapatkan dari ikan maupun sayur-sayuran,” tukasnya. (km95/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *